Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Menjadi 75 Orang
Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur bertambah menjadi 75 orang pada Kamis, 20 Agustus 2026. Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ini dilansir dari Detikcom.
"Hingga pukul 16.00 WIB pada hari ini, 20 Agustus 2026, kami tetap menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban gempa bumi ini, hingga saat ini mencapai 75 jiwa," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Suar Pelita Panjaitan.
Penambahan empat korban jiwa tersebut berasal dari tiga wilayah, yakni dua korban di Kabupaten Sikka, satu korban di Kabupaten Manggarai, serta satu korban di Kabupaten Nagekeo.
"Kami sekali lagi menyampaikan rasa duka yang sedalam-dalamnya teruntuk untuk keluarga, handai taulan, tetangga, dan seluruh kenalan serta seluruh masyarakat Indonesia," ujar Berton Suar Pelita Panjaitan.
Selain korban jiwa, BNPB mencatat jumlah korban luka-luka meningkat dari 898 orang menjadi 907 orang setelah adanya penambahan sembilan korban luka dari Kabupaten Ngada.
"Korban yang luka sebanyak 907 jiwa yang semula 898 jiwa, untuk hari ini kami mendapatkan data ketambahan sembilan jiwa yaitu berasal dari Kabupaten Ngada," jelas Berton Suar Pelita Panjaitan.
Jumlah warga yang mengungsi akibat gempa susulan juga melonjak drastis dari 59.647 jiwa menjadi 92.735 jiwa. Lonjakan pengungsi terbanyak terjadi di Kabupaten Nagekeo dengan tambahan 21.883 jiwa, Kabupaten Manggarai bertambah 9.649 jiwa, dan Kabupaten Manggarai Barat bertambah 1.556 jiwa.
"Saat ini kami mencatat ada 92.735 jiwa yang semula ada 59.647 jiwa, sehingga dicatatan kami bertambah 33.088 jiwa dengan rincian yang paling banyak berasal dari Kabupaten Nagekeo 21.883 jiwa bertambah, di Kabupaten Manggarai bertambah 9.649 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat bertambah 1.556 jiwa," tutur Berton Suar Pelita Panjaitan.