Gempa NTT M 77 Timbulkan Puluhan Korban dan Menutup Objek Wisata

Share

Dampak bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026) telah menelan puluhan korban jiwa serta memicu penutupan sementara pada beberapa destinasi wisata daerah tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan bahwa tindakan penghentian operasional sementara pada fasilitas pariwisata diambil demi melakukan inspeksi keandalan struktur bangunan dan penanganan kerusakan.

"Beberapa objek wisata saat ini ditutup sementara, seperti Goa Rangko di Manggarai Barat, Desa Adat Wae Rebo di Manggarai, dan Taman Nasional Kelimutu di Ende," ujar Berton Panjaitan, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Pembukaan kembali objek wisata yang terdampak akan diumumkan secara resmi oleh otoritas setempat setelah proses evaluasi keselamatan selesai dilakukan.

"Memastikan keselamatan dan keamanan seluruh wisatawan, serta kelayakan infrastruktur pariwisata, merupakan prioritas kami," tambah Berton Panjaitan.

Di sisi lain, kawasan Taman Nasional Komodo beserta wilayah perairannya dipastikan tidak mengalami kerusakan dan tetap beroperasi secara normal. Berdasarkan inventarisasi BNPB, kerusakan tingkat ringan ditemukan di delapan titik lokasi wisata, dua hotel, serta tiga penginapan homestay, sementara sepuluh hotel dan lima homestay di Kabupaten Nagekeo mencatatkan dampak struktural ringan.

Penanganan darurat dan pencarian korban di lokasi bencana terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dari berbagai unsur.

"Total korban adalah 202 orang, kemudian meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang. Kemudian, luka berat 40, luka ringan 92," ujar Bramantyo, Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI.

Pendataan jumlah pengungsi mencatat sebaran wilayah terdampak meliputi Manggarai Timur sekitar 15.465 jiwa, Manggarai 6.847 jiwa, Nagekeo 6.221 jiwa, Sikka 5.681 jiwa, Ende 3.666 jiwa, Ngada 1.920 jiwa, serta Manggarai Barat 600 jiwa. Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari sejak 15 hingga 28 Agustus 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: bnpb Gempa NTT Pariwisata NTT
Editors Team
gilang-permana-putra
Author