IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.448 Perdagangan Selasa
Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia dibuka naik 46,94 poin atau 0,73 persen ke level 6.448,83 pada Selasa (18/8/2026). Penguatan terjadi saat para pelaku pasar memantau perkembangan sentimen dari dalam negeri maupun mancanegara.
Kenaikan juga dialami kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 yang terkerek 2,83 poin atau 0,45 persen menuju posisi 635,11. Pergerakan positif ini menuntaskan tren kenaikan sebelumnya yang sempat menguat 1,59 persen pada perdagangan Jumat (14/8/2026).
Proyeksi pergerakan indeks ditopang oleh batas teknikal yang krusial untuk menjaga tren kenaikan pasar saham dalam beberapa rentang level tertentu.
"Apabila IHSG mampu bertahan di atas 6.377, penguatan berpotensi berlanjut menuju 6.454, kemudian 6.500-6.600 sebagai resistance berikutnya. Sebaliknya, apabila terjadi koreksi dan IHSG gagal mempertahankan area 6.377, indeks berpotensi menguji level 6.324, dengan support berikutnya di 6.275-6.266," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata.
Pendorong dari dalam negeri berasal dari pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6 persen dan realisasi investasi Rp2.322 triliun. Investor juga menunggu Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18-19 Agustus 2026 untuk melihat arah suku bunga acu, kondisi likuiditas, pertumbuhan kredit, data utang luar negeri, uang beredar (M2), dan neraca pembayaran.
Di tingkat global, harga minyak mentah kembali naik akibat ketegangan Amerika Serikat dan Iran menyusul berakhirnya gencatan senjata 60 hari tanpa kesepakatan pembukaan Selat Hormuz. Sementara itu, data inflasi, tenaga kerja, dan penjualan ritel AS yang moderat memberi ruang bagi The Fed untuk menahan suku bunga pada pertemuan September 2026.
Fokus para pemodal internasional kini terarah pada rilis dokumen evaluasi rapat Bank Sentral AS guna membaca sinyal kebijakan keuangan mendatang.
"Risalah FOMC Juli akan menjadi perhatian utama untuk melihat arah kebijakan moneter berikutnya," ujar Liza.
Pasar saham global dan regional mencatatkan pergerakan bervariasi pada Senin (17/8/2026) hingga Selasa pagi. Bursa Wall Street dan Eropa terpantau melemah, sementara bursa regional Asia bergerak beragam seperti indeks Nikkei yang turun 0,96 persen, Shanghai menguat 0,12 persen, Kospi naik 1,48 persen, Hang Seng merosot 0,32 persen, serta Straits Times melorot 0,85 persen.