Jet Tempur J-10C Pakistan Kalahkan Eurofighter Qatar dalam Latihan Militer
Jet tempur Chengdu J-10C milik Angkatan Udara Pakistan mencetak kemenangan mutlak dengan rasio 9-0 melawan jet tempur Eurofighter Typhoon dari Angkatan Udara Emir Qatar dalam simulasi pertempuran udara latihan gabungan Zilzal-II di Qatar pada tahun 2024.
Kemenangan telak tersebut mencakup empat keunggulan dalam simulasi pertempuran udara jarak jauh (Beyond Visual Range/BVR) dan lima kemenangan dalam duel udara jarak dekat (dogfight) menurut laporan berbagai sumber militer di kawasan Teluk dan Pakistan yang dilansir Koran Jakarta dan Mediakompeten pada Rabu, 20 Mei 2026.
Keberhasilan armada buatan Tiongkok ini menjadi indikasi awal ketangguhan jet tempur generasi 4.5 tersebut, tepat setahun sebelum menjalani uji pertempuran intensitas tinggi melawan Angkatan Udara India pada Mei 2025.
Eurofighter Typhoon yang dioperasikan Doha merupakan varian Tranche 3A yang dikirim sejak 2022 dan dilengkapi radar AESA baru Captor-E, menjadikannya lebih modern dibandingkan versi standar milik negara-negara Eropa pengembangnya.
Meskipun memiliki spesifikasi canggih, Qatar dikonfirmasi berencana mempensiunkan seluruh dari 24 unit armada Eurofighter mereka pada akhir tahun 2025, hanya tiga tahun setelah pengiriman dimulai.
Langkah Qatar tersebut bertepatan dengan penurunan reputasi Eurofighter secara global, di mana Inggris selaku salah satu pengembang utama telah membatalkan rencana pembelian tambahan dan memilih beralih ke jet siluman F-35A asal Amerika Serikat.
Jerman juga telah memesan armada F-35 pada tahun 2022 dan menjauhkan diri dari program Eropa setelah Eurofighter mengalami kekalahan dalam berbagai tender di Korea Selatan hingga Belgia.
Sementara itu, perkembangan visual armada J-10CE Pakistan sempat memicu kehebohan di media sosial setelah sebuah video pendek dari vlogger lokal, T4 Tamasha, menjadi viral saat merekam sepasang jet tempur tersebut terbang sangat rendah di atas pasar hewan ternak lokal menuju Pangkalan Udara PAF Minhas di Kamra pada 15 Mei 2026.
Netizen di platform X berspekulasi bahwa pesawat membawa rudal raksasa pasca-isu bentrokan udara Operation Sindoor dengan India pada akhir tahun lalu, namun pakar penerbangan meluruskan bahwa objek tersebut hanyalah rel peluncur (pylon) kosong di bawah sayap serta tangki bahan bakar eksternal.
Di sisi lain, laporan National Interest menyebutkan adanya gambar di media sosial Tiongkok yang menunjukkan J-10C dilengkapi dengan pylon eksternal DF-4/3 yang biasa diasosiasikan dengan integrasi rudal udara ke udara jarak ultra-jauh PL-17 berjarak jangkau 500 kilometer.
Walaupun radar onboard J-10C memiliki keterbatasan jarak deteksi dibandingkan jangkauan PL-17, Tiongkok mengatasi kendala sensor tersebut melalui jaringan taktis (networking) yang terintegrasi dengan jet siluman J-20 serta pesawat AWACS seperti KJ-500 dan KJ-3000 sebagai pemandu sasaran jarak jauh.