Militer Israel Klaim Bunuh Komandan Baru Hamas di Jalur Gaza

Share

Militer Israel mengklaim telah membunuh Mohammed Awda, sosok yang dituduh sebagai komandan baru sayap bersenjata Hamas, dalam sebuah serangan udara di Kota Gaza. Seperti dilansir dari Detikcom melalui Anadolu Agency pada Rabu (27/5/2026), klaim pembunuhan tersebut turut ditegaskan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz.

Operasi udara yang menargetkan Awda tersebut berlangsung di tengah pemboman besar-besaran oleh pasukan Israel di kawasan padat penduduk di pusat Kota Gaza pada malam hari raya Idul Adha. Serangan di wilayah tersebut dilaporkan pihak medis telah merenggut nyawa seorang wanita Palestina serta melukai beberapa warga lainnya. Hingga saat ini, kelompok Hamas maupun Brigade Qassam belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim kehilangan komandan mereka.

Selain serangan di Kota Gaza, gempuran udara armada Israel juga menyasar wilayah Al-Maghazi di Jalur Gaza bagian tengah pada Selasa (26/5). Dampak fatal dari serangan di pemukiman tersebut dikonfirmasi langsung oleh otoritas penyelamat setempat yang berada di bawah naungan Hamas.

"Lima orang martir dan beberapa orang yang terluka telah dipindahkan (ke rumah sakit) setelah serangan udara Israel menargetkan sekelompok warga di area Al-Maghazi bagian timur," kata badan pertahanan sipil Gaza.

Tudingan dan eskalasi militer terbaru dari pihak Israel ini dinilai oleh sejumlah analis serta tokoh oposisi domestik berkaitan dengan situasi politik internal. Netanyahu disinyalir sengaja memicu ketegangan demi kepentingan pemilihan umum menyusul adanya potensi pembubaran Knesset dan percepatan pemilu.

Agresi militer brutal yang dilancarkan Israel sejak Oktober 2023 tercatat telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang sangat masif. Sebelum kesepakatan gencatan senjata diumumkan pada Oktober tahun lalu, serangan selama dua tahun tersebut telah menewaskan lebih dari 72.000 jiwa, melukai 172.000 orang, serta menghancurkan hingga 90 persen infrastruktur sipil di Gaza.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author