Donald Trump Bangun Arena UFC di Halaman Gedung Putih

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendirikan arena pertarungan raksasa di halaman selatan Gedung Putih untuk menyelenggarakan acara Ultimate Fighting Championship pada 14 Juni 2026. Pembangunan fasilitas olahraga ini bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun Trump yang ke-80, sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui laporan AFP pada Rabu (27/5/2026).

Sejumlah derek besar telah dikerahkan untuk mengangkat lengkungan logam raksasa ke lokasi proyek tersebut. Pihak penyelenggara menjadwalkan enam pertarungan perebutan gelar juara kelas ringan yang menampilkan petarung Ilia Topuria dan Justin Gaethje sebagai bintang utama, setelah diumumkan secara resmi oleh manajemen UFC sejak Maret lalu.

Agenda yang diberi tajuk 'UFC Freedom 250' ini sekaligus menandai peringatan hari jadi Amerika Serikat yang ke-250 pada musim panas mendatang. Pelaksanaan kompetisi ini memanfaatkan momentum libur nasional Flag Day yang kebetulan jatuh bersamaan dengan tanggal kelahiran sang presiden.

Donald Trump menegaskan komitmennya untuk menghadirkan tontonan skala besar yang belum pernah ada sebelumnya di lingkungan istana kepresidenan tersebut.

"Kita akan mengadakan pertarungan besar. Ini tidak akan pernah terjadi lagi, belum pernah terjadi sebelumnya," kata Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam pertemuan formal di Ruang Oval bersama empat petarung yang dijadwalkan bertanding. Pengusaha asal Partai Republik itu turut memamerkan desain oktagon berupa ring segi delapan berpagar kawat dengan latar belakang bangunan bersejarah Gedung Putih.

Kapasitas penonton di area halaman selatan tersebut dirancang untuk menampung 4.500 orang secara langsung. Selain itu, pihak istana menyiapkan layar lebar di luar pagar kompleks yang mampu memfasilitasi hingga 100.000 warga untuk menyaksikan jalannya pertandingan secara gratis.

Langkah promosi ini dinilai strategis mengingat Trump dikenal sebagai penggemar berat UFC yang kerap menghadiri berbagai laga penting. Kehadirannya di arena olahraga ini efektif dalam menarik minat kelompok pemuda laki-laki, yang merupakan demografi pemilih krusial pada pemilu AS 2024.

Kendati demikian, proyek mercusuar ini menuai kritik dari berbagai pihak terkait kelayakan lokasi serta besaran anggaran yang dihabiskan. Korporasi induk UFC mengonfirmasi biaya operasional kegiatan ini menembus angka 60 juta dolar AS, dengan target pengembalian separuh modal melalui kerja sama sponsor.

Menanggapi polemik tersebut, juru bicara kepresidenan menegaskan bahwa seluruh pendanaan ditanggung sepenuhnya oleh pihak promotor olahraga tanpa membebani kas negara.

"Tidak ada uang pembayar pajak yang digunakan," kata seorang pejabat, Pejabat Gedung Putih.

Sorotan tajam muncul karena kemewahan acara ini kontras dengan situasi geopolitik Amerika Serikat yang tengah menghadapi konflik militer dengan Iran. Dampak pertempuran tersebut telah memicu lonjakan harga minyak dunia serta peningkatan biaya hidup masyarakat domestik.

Kondisi tidak ideal ini disuarakan oleh komentator media Joe Rogan yang memandang pelaksanaan duel fisik di pusat pemerintahan dirasa kurang etis di masa krisis.

"aneh," kata Joe Rogan, Podcaster.

Kritik dari figur publik itu langsung direspons oleh manajemen puncak promotor tarung bebas yang menolak keras anggapan adanya motif politik di balik pemilihan tempat.

"Anda bisa membuat apa pun menjadi politis jika Anda mau," kata Dana White, Bos UFC.

Dana White menambahkan bahwa alokasi dana besar tersebut murni ditujukan sebagai bentuk selebrasi nasional bersama masyarakat global.

"Pada dasarnya ini adalah saya menghabiskan banyak uang untuk merayakan ulang tahun ke-250 Amerika, bersama Amerika dan seluruh dunia," kata Dana White, Bos UFC.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Donald Trump Gedung Putih UFC
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author