Film Indonesia Tampilkan Beragam Perjuangan dari Pendidikan hingga Identitas

Share

Film Indonesia tidak hanya mengangkat kisah perang, tetapi juga perjuangan dalam bidang pendidikan, kesetaraan, dan mempertahankan identitas serta martabat.

Salah satu film, Tanah Surga… Katanya (2012), mengisahkan perjuangan masyarakat di perbatasan Indonesia-Malaysia, yang tetap mempertahankan cinta tanah air meski hidup dalam keterbatasan. Tokoh Hasyim, mantan sukarelawan Konfrontasi 1965, memilih bertahan di Indonesia meski anaknya memilih hidup di Malaysia.

Sokola Rimba mengangkat perjuangan Butet Manurung yang mengajarkan pendidikan dasar kepada anak-anak suku Orang Rimba di Jambi. Misi ini diwarnai tantangan budaya yang menolak pendidikan karena dianggap membawa malapetaka.

Film Kartini menceritakan perjuangan R.A. Kartini memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan hak perempuan di awal abad ke-20. Selain mendirikan sekolah, Kartini juga berupaya membuka lapangan pekerjaan bagi perempuan di Jepara.

Bumi Manusia menggambarkan perlawanan terhadap diskriminasi kolonial lewat pendidikan dan keberanian bersuara, mengikuti kisah Minke, pemuda pribumi yang bersekolah di HBS dan berjuang melawan ketidakadilan hukum kolonial.

Dalam konteks masa kini, Budi Pekerti mengangkat isu martabat dan keluarga di era media sosial, yang menampilkan perjuangan seorang guru BK menghadapi dampak viralisasi video dan tekanan sosial.

Terakhir, Eksil menceritakan kisah mahasiswa Indonesia yang terpaksa hidup jauh dari tanah air akibat peristiwa politik tahun 1965. Mereka menghadapi perjuangan mempertahankan identitas dan kerinduan selama puluhan tahun di luar negeri.

Deretan film ini memperlihatkan beragam bentuk perjuangan yang tidak hanya berhubungan dengan perang, tetapi juga pendidikan, kesetaraan, dan mempertahankan martabat bangsa, sebagaimana dikutip dari Detikcom.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author