Dinangoi Bolaang Mongondow: kuliner sagu panggang ala pizza tradisional

Share

Dinangoi adalah kuliner khas Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara yang menggunakan sagu sebagai bahan utama. Warga sering menyebutnya pizza Bolaang Mongondow karena bentuknya sekilas mirip pizza. Menurut informasi yang dilansir dari Detik Travel, pada masa lalu dinangoi merupakan makanan elit dan disajikan untuk para pejabat Kerajaan Bolaang Mongondow.

Tradisi ini diperkirakan sudah ada sejak awal berdirinya Kerajaan Bolaang Mongondow, bahkan sebelum periode tersebut.

Bahan utama dinangoi adalah koito atau pati sagu yang dipadukan dengan parutan kelapa muda, garam, dan gula merah. Hasil akhirnya menghadirkan rasa gurih dari parutan kelapa serta manis dari gula merah, sehingga dinangoi nyaman disantap hangat.

Karena profil rasanya berpadu gurih dan manis, kuliner ini cocok dinikmati pada pagi atau sore hari, ditemani secangkir kopi robusta khas Kotamobagu.

Proses membuat dinangoi dari tungku hingga kompor gas

Pembuatan dimulai dari mencampur pati sagu basah dengan kelapa parut dan garam, lalu adonan dipanggang memakai wadah tanah liat. Wadah tanah liat tersebut dipanaskan terlebih dulu sebelum adonan ditaruh dan diratakan di permukaan wadah. Supaya teksturnya menjadi padat dan tipis, adonan kemudian ditutup dengan wadah tanah liat lain yang bentuk serta ukurannya sama sebagai penekan sekaligus penutup.

Secara tradisional, dinangoi dimasak menggunakan tungku, wadah tanah liat, dan kayu bakar, tetapi kini prosesnya juga dapat dilakukan dengan wajan aluminium dan kompor gas elpiji.

Waktu memasaknya sekitar satu menit dengan api kecil, kemudian wadah penutup tanah liat dibuka. Setelah itu, gula merah ditambahkan, lalu didiamkan sebentar hingga gula merah mencair. Dinangoi yang sudah jadi siap disajikan dan disantap panas-panas, dengan rasa gurih kelapa yang berpadu manisnya gula merah.

Dinangoi sebagai oleh-oleh khas

Karena sifatnya yang unik dan bernuansa kuliner tradisional Bolaang Mongondow, dinangoi juga cocok dibawa pulang sebagai oleh-oleh oleh traveler yang berkunjung ke wilayah tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author