PDIP Tagih Janji Gibran Rakabuming Raka Berkantor di IKN
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Guntur Romli memberikan respons terhadap kritik Partai Solidaritas Indonesia mengenai usulan agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkantor di Ibu Kota Nusantara pada Selasa (20/5/2026).
Penegasan tersebut disampaikan guna menjawab tudingan Partai Solidaritas Indonesia yang menilai usulan internal partai berlogo banteng tersebut terlalu tendensius kepada Wakil Presiden.
"Apa yang disampaikan Pak Komarudin Watubun sebenarnya menagih janji Gibran sendiri yang katanya akan segera berkantor di IKN, bahkan katanya sudah ada 50 staf Wapres di IKN. Kapan Gibran menyusul 50 stafnya itu?" kata Guntur Romli saat dihubungi, Selasa (20/5/2026).
Guntur Romli menilai bahwa Gibran Rakabuming Raka tidak menepati pernyataan yang pernah disampaikan sebelumnya terkait rencana kerja di ibu kota baru tersebut.
"Sen kiri belok kanan," imbuh dia.
Menurut penjelasan Guntur Romli, langkah yang didorong oleh Ketua Dewan Kehormatan PDIP Komarudin Watubun bertujuan agar anggaran pembangunan fasilitas negara di Kalimantan Timur tidak menjadi sia-sia.
"Tidak ada tendensi buruk, kalau kantor DPR dan rumah DPR kan memang belum jadi. Kalau istana Wapres yang mewah sudah selesai," ujar dia.
Sebelum adanya tanggapan ini, Partai Solidaritas Indonesia melalui Ketua DPP Bestari Barus melayangkan kritik tajam terhadap usulan yang pertama kali dilemparkan oleh PDIP pada Senin (18/5).
"Menurut PSI itu pandangan yang agak cetek ya, karena harusnya yang diusulkan Presiden dong. Kok tanggung amat usulan PDIP. Katanya partai gede tapi usulannya nanggung gitu," kata Bestari kepada wartawan, Senin (18/5).
Bestari Barus menganggap bahwa desakan tersebut bermuatan politis dan menyerang personal Wakil Presiden, padahal posisi kerja berada di bawah arahan langsung dari Kepala Negara.
"Ya dia harusnya ngomongnya, ya semua kita pindah aja ke IKN, kenapa mesti tendensius ke Gibran. Gibran itu satu kesatuan dengan Pak Presiden. Dia wakil presiden itu kan pembantu presiden, bekerja sesuai perintah presiden. Kok PDIP kadernya begituan nggak paham gitu, kenapa ya? Ha-ha-ha," ujarnya.
Pihak PSI juga menambahkan bahwa perihal pemindahan tugas ke lokasi baru ini sebenarnya sudah pernah diterangkan langsung oleh perwakilan pemerintah.
"Masa kader PDIP segituan, kelas segitu nggak paham sih? Mengulang-ulang, mengulang-ulang gitu ya. Sudah dijawab beberapa kali oleh Pak Gibran sebagai Wapres juga nggak mudeng-mudeng gitu," sambungnya.