Pemerintah Kirim Bantuan Kebencanaan Rp 4,5 Miliar Tangani Gempa NTT
Penanganan darurat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) langsung direspons cepat oleh pemerintah pusat. Langkah penanganan ini diambil atas instruksi langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto, dikutip dari Detikcom.
Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono bersama jajaran pejabat kementerian dan lembaga bertolak menuju lokasi bencana. Rombongan berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo menggunakan pesawat Boeing TNI AU.
Sejumlah pejabat tinggi turut hadir dalam rombongan tersebut. Di antaranya Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohamad Syafii, dan Mendagri Muhammad Tito Karnavian.
Hadir pula Menteri PU Dody Hanggodo, Wakil Ketua Komite II DPD RI Angelius Wake Kako, serta Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus.
"Tentunya di sana kita akan mengambil langkah-langkah ya, sekarang situasinya darurat, tentunya kita akan mengambil langkah-langkah darurat, apa yang dibutuhkan oleh masyarakat nanti akan segera kita penuhi ya, mulai dari logistik, kemudian kebutuhan BBM, kebutuhan listrik, kebutuhan sinyal, dan lain-lain," kata Agus dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8/2026).
Agus menegaskan bahwa seluruh rangkaian penanganan ini ditujukan untuk memulihkan kondisi warga terdampak.
"Jadi pada prinsipnya, kita akan hadir di sana, kemudian akan mengambil langkah-langkah sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur," kata Agus.
Pengiriman bantuan logistik dari Kemensos sendiri telah dimulai sejak Sabtu siang untuk mempercepat tanggap darurat.
"Sesuai tugas Kemensos, dalam situasi darurat tentunya kita akan memberikan kebutuhan-kebutuhan darurat, seperti permakanan, tenda untuk pengungsi, pakaian, termasuk pakaian ibu, pakaian anak-anak, dan kebutuhan darurat yang lain," kata Agus.
Bantuan yang dikirim sejak Sabtu (15/8) siang tersebut diharapkan bisa tiba tepat waktu di lokasi bencana.
Sebelum menyisir area bencana, koordinasi antarlembaga dan pemda dijadwalkan berlangsung di Ende. Setelah itu, tim gabungan berencana melakukan peninjauan jalur darat menuju Kabupaten Nagekeo yang dilaporkan mengalami kerusakan parah.
"Kemungkinan kita akan jalur darat dari Ende ke Nagekeo, karena di sana cukup parah, termasuk kalau dimungkinkan kita akan mendatangi tempat-tempat lain," kata Agus.
Kemensos mengocorkan bantuan logistik kebencanaan dengan nilai total mencapai Rp 4,518 miliar, ditambah pasokan 48 ton beras.
Sebanyak Rp 1,015 miliar bantuan dikirim dari Sentra Efata Kupang ke Kabupaten Nagekeo. Paket mencakup velbed, family kit, tenda gulung, selimut, sandang dewasa, tenda keluarga, makanan anak, kids ware, dan tenda serbaguna.
Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT turut menyalurkan logistik sebesar Rp 541,6 juta berupa tenda keluarga, velbed, kasur, dan tenda serbaguna ke Nagekeo, Sikka, Ende, serta Manggarai Timur.
Gudang Pusat Kemensos di Bekasi juga memproses dua paket logistik senilai hampir Rp 3 miliar menuju Dinsos Provinsi NTT dan Sentra Efata Kupang. Bantuan ini berisi 6.000 paket makanan siap saji, berbagai jenis tenda, kasur, selimut, perlengkapan anak dan dewasa, shower kit, serta dua set dapur umum lapangan.