Tim SAR Perluas Pencarian ASN Pemkot Bogor yang Diduga Hanyut di Sungai Cisadane
Tim SAR gabungan memperluas pencarian terhadap Bayu Zulkarnain, ASN di Dinas Arsip dan Perpustakaan Pemkot Bogor yang diduga terjatuh dan hanyut di Sungai Cisadane pada Kamis (13/8/2026) malam di wilayah Cipaku, Bogor Selatan.
Pencarian yang sudah memasuki hari ketiga pada Sabtu (15/8/2026) ini diperpanjang hingga radius 1,2 kilometer dari titik dugaan awal jatuh, mulai dari lokasi awal hingga Jembatan Cipaku, kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko.
Menurut Dimas Tiko, pencarian dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan metode penyelaman di beberapa titik yang diduga tempat korban berada. Hingga pukul 15.00 WIB belum ditemukan tanda keberadaan Bayu.
"Pencarian hari ketiga terhadap saudara kita, Bayu, sudah mulai dilakukan tadi sekitar pukul 08.00 WIB. Teknik yang digunakan tetap sama, yakni melakukan penyelaman di beberapa lokasi yang diduga kuat korban masih berada di sekitar area tersebut," ujar Dimas.
Dimas menjelaskan, tim juga memperluas penyisiran dan menambah titik penyelaman dengan radius sekitar 400 meter serta memasang jaring pengaman di beberapa titik sepanjang aliran sungai.
"Untuk perkembangannya, Tim SAR memperpanjang jalur penyisiran hingga ke Jembatan Cipaku. Jarak dari titik nol sampai ke Jembatan Cipaku itu kurang lebih 1,2 kilometer. Sampai dengan pukul 15.00 WIB saat ini memang belum ada tanda-tanda atau potensi dugaan keberadaan korban," jelas Dimas.
Tim SAR yang terlibat berjumlah sekitar 100 personel terdiri dari Basarnas, Damkar, BPBD, dan relawan yang melakukan penyisiran darat dan sungai, penyelaman, dan dukungan komunikasi melalui RAPI.
Selain itu, drone thermal juga digunakan untuk membantu pemetaan wilayah pencarian yang sulit dijangkau.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menyatakan prihatin dan berharap Bayu segera ditemukan. Dia menyebut hingga Sabtu siang korban masih dalam pencarian tanpa saksi mata peristiwa jatuh dan hanyut.
"Kami prihatin atas peristiwa ini dan berharap saudara Bayu segera ditemukan," kata Dedie.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang mendatangi lokasi pencarian mengatakan pencarian sudah berlangsung lebih dari 30 jam tanpa hasil. Jumlah personel pencari terus ditambah dan informasi dari masyarakat terus digali.
"Basarnas, BPBD, dan tim SAR gabungan dengan total personel 70 orang sampai detik ini belum ditemukan. Sambil kita cari dan gali beberapa informasi tambahan dari masyarakat," ujar Jenal.
Jenal juga menyambangi keluarga Bayu untuk memberikan dukungan dan mengabarkan pencarian yang masih berlangsung.
Kepala Diarpus Kota Bogor, Taufik, menyampaikan Bayu diduga terjatuh saat melewati jembatan penghubung area Cipaku-Pamoyanan setelah rapat internal di kantor.
Polsek Bogor Selatan menyebut motor korban ditemukan di ujung jembatan dengan kunci kontak masih terpasang dan mesin mati, tapi pelaku tidak ditemukan di lokasi.
BPBD menemukan helm dan tas milik Bayu mengambang sekitar 100 meter dari titik dugaan jatuh.
Meski demikian, tidak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut sehingga status korban masih "diduga terjatuh" ke sungai.
Pencarian dihadapkan pada tantangan arus sungai yang cukup kuat dan kondisi dasar sungai yang banyak tumpukan sampah dan bebatuan.
BPBD menyebut operasi pencarian masih mengacu pada SOP Basarnas dengan target maksimal tujuh hari pencarian, sementara evaluasi dilakukan setiap hari.