Tips Mengolah Daging Kurban agar Tetap Aman dan Bergizi
Hari Raya Idul Adha menjadi momen istimewa untuk menikmati hidangan daging bersama keluarga. Agar cita rasanya maksimal dan aman dikonsumsi, proses pengolahan daging memerlukan perhatian khusus, seperti dilansir dari Detik Health.
Pengolahan daging kurban yang tepat tidak hanya menghasilkan tekstur empuk dan bumbu meresap, tetapi juga menjaga kualitas gizinya tetap baik.
Kebersihan diri menjadi hal pertama yang harus diperhatikan sebelum mulai memasak. Tangan wajib dicuci menggunakan sabun dan air mengalir sebelum serta sesudah memegang daging mentah.
Kondisi bersih juga harus diterapkan pada celemek, lap dapur, hingga permukaan meja masak. Kebiasaan ini efektif menjaga higienitas makanan selama proses memasak.
2. Daging Beku Jangan Langsung Dimasak
Memasukkan daging beku langsung ke wajan atau panci sering dilakukan agar cepat selesai. Cara ini keliru karena membuat bagian luar daging matang lebih dulu, sementara bagian dalamnya masih dingin.
Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya Direktorat PMPUPO BPOM, Retno Anggrina Khalistha Dewi, S.Si, Apt, M.Biomed, menjelaskan dalam sebuah webinar pada Kamis, 21 Mei 2026, bahwa daging beku sebaiknya dicairkan atau di-thawing terlebih dahulu sebelum diolah agar panas meresap merata.
Proses pencairan dapat dilakukan dengan memindahkan daging dari freezer ke chiller semalaman. Metode ini membuat pencairan berlangsung perlahan dan praktis untuk persiapan memasak.
Cara lainnya adalah meletakkan daging yang masih terbungkus kemasan di bawah air mengalir agar tidak langsung terkena air. Jika terburu-buru, microwave dapat digunakan dengan menggunakan tatakan agar cairan tidak mengkontaminasi area lain.
"Bisa juga kalau memang buru-buru banget, nah ini bisa juga di microwave ya, tapi pastikan ada tatakannya. Jadi kalau dia meleleh tuh pas tidak akan kemana-mana," jelas Retno dalam webinar Paman Kece Seri 6, Kamis (21/5/2026).
3. Pisahkan Peralatan untuk Bahan Mentah dan Matang
Talenan dan pisau untuk daging mentah harus dipisahkan dari peralatan untuk sayur atau buah guna mencegah perpindahan bakteri. Peralatan masak juga harus dipastikan higienis dan tidak bercampur antara bahan mentah dengan masakan matang.
Kontaminasi silang di dapur merupakan penyebab utama perpindahan bakteri pada makanan. Penelitian dalam jurnal Food Control tahun 2022 menyebutkan bakteri dapat berpindah dari daging mentah ke makanan siap santap melalui talenan yang tidak dibersihkan dengan baik.
Panduan keselamatan dari USDA Food Safety and Inspection Service juga merekomendasikan penggunaan talenan terpisah untuk mencegah risiko ini.
4. Pastikan Tidak Ada Bagian yang Masih Mentah
Tingkat kematangan daging kurban harus diperhatikan agar panas merasuk hingga ke bagian dalam. Potongan daging sebaiknya dibuat seragam agar proses matangnya merata.
Daging idealnya dimasak hingga matang sempurna dengan suhu internal minimal 71 derajat Celcius. Untuk masakan berkuah seperti gulai atau tongseng, perebusan dilakukan hingga benar-benar mendidih mencapai suhu minimal 70 derajat Celcius. Termometer makanan bisa digunakan untuk hasil yang lebih akurat.
5. Perhatikan Takaran Bumbu
Kandungan gula, garam, dan lemak pada bumbu instan dapat dipantau melalui label informasi nilai gizi di kemasan. Hal ini mempermudah penyesuaian bumbu tambahan agar tidak berlebihan.
Kementerian Kesehatan RI menganjurkan batas konsumsi harian gula maksimal 50 gram (4 sendok makan), garam maksimal 5 gram (1 sendok teh), dan lemak maksimal 67 gram per hari. Konsumsi gulai, rendang, semur, atau tongseng yang kaya santan dan minyak secara berulang dapat meningkatkan asupan tersebut tanpa disadari.
6. Jangan Masak dengan Api yang Besar
Pengaturan suhu api memengaruhi hasil akhir tekstur daging. Penggunaan api yang stabil membantu proses pematangan berlangsung lebih merata hingga ke bagian dalam.
Ketua Kelompok Substansi Pengawasan Keamanan Produk Hewan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementan, drh Ira Firgorita, menjelaskan bahwa memasak langsung dengan api besar membuat otot daging langsung mengkerut sehingga teksturnya menjadi keras.
"Kalau kita masak langsung dengan api besar, itu menyebabkan otot daging langsung mengkerut. Jadi lebih baik slow cooker ya, artinya memasaknya dengan api yang tidak terlalu besar," kata drh Ira, Kamis (21/5/2026).
Memasak dengan api sedang membuat bumbu lebih mudah meresap, terutama untuk olahan berkuah atau potongan daging berukuran besar.
7. Simpan Pada Suhu Aman
Makanan matang tidak boleh dibiarkan di suhu ruang lebih dari dua jam karena dapat memicu pertumbuhan bakteri secara cepat. Setelah dingin, makanan harus segera disimpan dalam wadah tertutup dan dimasukkan ke dalam kulkas.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bakteri berkembang biak dengan cepat pada suhu antara 4 hingga 60 derajat Celcius, yang dikenal sebagai danger zone. Langkah penyimpanan yang tepat dapat mengelola risiko kesehatan seperti kolesterol dan asam urat.