Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Nagekeo, 2 Orang Meninggal
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu pagi, menyebabkan dua orang meninggal dunia dan kerusakan bangunan di beberapa daerah. Guncangan kuat itu membuat warga di Mbay, Nagekeo, berlarian ke dataran tinggi sebagai upaya menghindari potensi tsunami yang sempat diwaspadai. Warga masih menunggu kondisi aman setelah gempa terjadi. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pihaknya masih mengumpulkan data terkait dampak dan korban akibat gempa.
"Sejauh ini, ada dua orang meninggal," ujar Berton dalam konferensi pers yang digelar BMKG melalui siaran Zoom pada Sabtu.
Menurut Direktur Seismologi Teknik BMKG, Teguh Rahayu, kerusakan akibat gempa meliputi tembok rumah sederhana yang roboh di Maumere, Manggarai Barat, dan Labuan Bajo dengan skala sedang hingga berat (4-5 MMI). "Kerusakan sedang terjadi di pelabuhan Maumere dan Hotel Jayakarta Bajo dengan skala 6-7 MMI," kata Teguh.
Berdasarkan laporan awal Badan SAR Nasional Maumere, selain korban meninggal, terdapat empat orang luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan. BPBD dan pihak berwenang saat ini memprioritaskan keselamatan warga serta mencegah korban tambahan akibat gempa susulan dan bahaya lainnya.
"Kami imbau masyarakat tetap tenang karena peringatan dini tsunami sudah berakhir, namun tetap menjauhi kawasan pantai sampai ada informasi resmi selanjutnya," ujar Berton. Warga diimbau agar tidak masuk ke gedung yang retak karena berpotensi membahayakan jika terjadi gempa susulan.