Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur
Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 melanda kawasan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026) pukul 07.00 WIB. Peristiwa ini memicu kepanikan meluas di kalangan warga lokal dan wisatawan, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merilis informasi resmi mengenai titik pusat gempa bumi tersebut. BMKG mencatat pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer.
"Gempa 6,2 di 46 km Timur Laut LABUAN BAJO-NTT," tulis BMKG melalui akun X-nya pada Sabtu (15/8/2026).
Kepanikan terjadi di area dermaga dekat Kantor Syahbandar dan Hotel Meurorah, di mana para wisatawan asing serta tamu hotel berhamburan keluar bangunan. Kejadian ini juga menyebabkan jaringan listrik terputus total serta perlambatan koneksi internet di wilayah terdampak.
"Saya di dermaga dekat Kantor Syahbandar, Hotel Meurorah. Saya lihat turis-turis, bule-bule sudah mulai panik, kebingungan. Informasi dari teman-teman di hotel-hotel juga tamu berhamburan keluar," kata Yasin.
Kepanikan warga kian memuncak setelah melihat kondisi air laut yang tampak surut dari batas normal. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat akan potensi bencana tsunami, terlebih setelah adanya imbauan waspada dari perangkat lingkungan setempat.
"Warga di sini sudah panik karena air laut sudah terlihat agak turun, sudah ada imbauan waspada," ucap Yasin.
Guncangan dirasakan sangat kuat dan berlangsung lebih dari satu menit di area Kampung Air, tepatnya di belakang Kantor KSOP Kelas III Labuan Bajo. Getaran gempa susulan dilaporkan kembali terjadi beberapa saat setelah guncangan utama mereda.
"Tadi saya di rumah panggung kecil milik teman di Kampung Air, belakang Kantor KSOP Kelas III Labuan Bajo. Lagi ngopi, terasa goyangnya kencang sekali beberapa menit, tak lama berhenti. Lalu ada susulan lagi," cerita Yasin.
Dampak gempa bumi ini terus dipantau, terutama terkait infrastruktur komunikasi dan pasokan listrik di lokasi kejadian yang mengalami gangguan.
"Sekarang jaringan internet tidak stabil, lelet. Listrik di sini mati sekarang," pungkas dia.