AS Tegaskan Siap Pertahankan Blokade Laut Iran Tanpa Batas Waktu
Amerika Serikat menegaskan kemampuannya untuk mempertahankan blokade laut terhadap Iran tanpa batas waktu pada Kamis (13/08). Langkah ini diambil guna memperketat tekanan ekonomi terhadap Teheran di tengah memanasnya ketegangan regional serta penurunan pasokan minyak global, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa armada militer Amerika Serikat secara rutin merotasi kapal-kapal perang di kawasan tersebut demi memastikan blokade terus berjalan secara efektif.
"AS bisa mempertahankan blokade semacam itu tanpa batas waktu karena kami akan merotasi kapal-kapal masuk dan keluar, seperti yang sudah kami lakukan, dan akan terus kami lakukan," kata Pete Hegseth, Menteri Pertahanan Amerika Serikat.
Ia menolak memberikan tanggapan terkait keputusan gencatan senjata yang sempat disepakati pada April lalu.
"Saya tidak akan pernah mengomentari itu. Kami melakukan persis apa yang perlu kami lakukan untuk memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir," kata Pete Hegseth, Menteri Pertahanan Amerika Serikat.
Pemerintah AS juga bersiap meluncurkan sanksi ekonomi tambahan yang diklaim belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengisolasi Teheran dari sistem keuangan internasional.
"Pantau terus karena minggu depan akan ada pengumuman lebih lanjut. Kami akan menerapkan langkah-langkah yang belum pernah ada dalam sejarah isolasi ekonomi terhadap suatu negara," kata Scott Bessent, Menteri Keuangan Amerika Serikat.
Fokus utama pemerintah AS dalam konflik ini kini tertuju pada stabilitas pasar energi domestik serta menekan harga bahan bakar minyak bagi masyarakat.
"Saya tahu harga minyak turun hari ini dan sudah jauh turun dari puncaknya di awal konflik," kata JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.
Ia menekankan prioritas penanganan krisis ini demi menjaga kestabilan harga energi nasional.
"Itu adalah tujuan nomor satu: menjaga harga minyak dan gas tetap murah bagi rakyat Amerika di seluruh negeri," kata JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.
Ia menambahkan sasaran strategis berikutnya dari kebijakan luar negeri Washington.
"Dan tentu saja tujuan nomor dua adalah memastikan Iran tidak pernah mendapatkan senjata nuklir," kata JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.
Konflik yang kian meruncing berdampak langsung pada lalu lintas pelayaran komersial di Selat Hormuz. Data Kpler mencatat hanya sembilan kapal melintas pada Kamis (13/08), sementara insiden keamanan terus terdeteksi setelah Abu Dhabi National Oil Company mengonfirmasi serangan terhadap dua kapal miliknya di jalur vital tersebut. Badan Energi Internasional (IEA) turut memproyeksikan pasokan minyak dunia bakal merosot hingga 4,3 juta barel per hari pada tahun ini.