Kemensos dan DPR Salurkan Bantuan Atensi Rp 341 Juta

Share

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial senilai Rp 341.020.456 kepada 121 penerima manfaat di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Penyaluran program tersebut diadvokasi oleh Wakil Ketua MPR RI sekaligus anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Kamis (13/8/2026).

Penyaluran bantuan melalui Sentra Mulya Jaya ini diselenggarakan di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Rabu (12/8/2026) dan di Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Selasa (11/8/2026). Program ini berawal dari penyerapan aspirasi warga di daerah pemilihan yang kemudian disampaikan ke Kementerian Sosial.

"Bantuan tersebut diberikan kepada kelompok masyarakat yang mengajukan/membutuhkan dukungan sosial, mulai dari anak-anak, penyandang disabilitas, hingga kelompok rentan lainnya termasuk tuna sosial dan korban perdagangan orang dengan bentuk bantuan berupa pemenuhan hidup layak, kewirausahaan, bantuan tunggakan pendidikan, serta alat bantu," kata HNW, dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).

Penyaluran dana Atensi ini mencakup penyediaan pemenuhan hidup layak, modal kewirausahaan, penyelesaian tunggakan pendidikan, hingga alat bantu khusus. Kolaborasi lembaga legislatif dan eksekutif dinilai penting untuk menjamin perlindungan sosial menjangkau masyarakat rentan di perkotaan.

"Saya apresiasi Kementerian Sosial melalui Sentra Mulya Jaya yang kembali bekerja sama dengan kami di Komisi VIII untuk membantu masyarakat, termasuk masyarakat di dapilnya, Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Karena sekalipun di ibukota, ternyata masih banyak warga yang membutuhkan bantuan, maka penting Negara hadir menjangkau mereka dan membantu mereka," ujar HNW.

Pengalokasian bantuan sosial ini dirancang bergiliran agar cakupan penerima manfaat di seluruh Indonesia dapat meluas. Penerima diimbau menjadikan dukungan ini sebagai pemicu kemandirian ekonomi.

"Bantuan ini mudah-mudahan menjadi pemacu dan penyemangat. Hari ini kita dibantu, mudah-mudahan pada hari yang akan datang kita bisa membantu. Dalam perspektif Negara, tentu tidak bisa membantu warga yang sama terus menerus, karena banyaknya warga Indonesia yang memerlukan bantuan serupa, sehingga terjadi penggiliran dan asas prioritas," lanjutnya.

Proses verifikasi dan validasi penerima bantuan terus diperketat melalui asesmen spesifik. Langkah ini dilakukan agar bantuan sosial tepat sasaran serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.

"Saya menyaksikan sistem verifikasi dan validasi di Kementerian Sosial sudah diupayakan berjalan cukup bagus, termasuk dalam penyaluran bantuan Atensi ini bersifat spesifik berdasarkan hasil asesmen. Semoga kinerja ini terus dijaga kebaikannya dan terus ditingkatkan ke depan, untuk melaksanakan kewajiban negara melindungi seluruh Rakyat dan memajukan kesejahteraan bangsa," tutupnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: bantuan sosial DPR RI Kemensos
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author