NCM Prediksi Suhu Makkah Capai 48 Derajat Celsius saat Haji

Share

Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Arab Saudi mengeluarkan peringatan gelombang panas ekstrem di Makkah pada Selasa, 19 Mei 2026, dengan perkiraan suhu udara melonjak hingga 48 derajat Celsius. Peringatan berkala ini dirilis demi meningkatkan kewaspadaan seiring lonjakan suhu harian yang signifikan dari pukul 11.00 hingga 17.00 waktu setempat.

Kondisi cuaca panas di wilayah Makkah dan tempat-tempat suci lainnya diproyeksikan berlangsung sepanjang musim haji 1447 H. Melalui laporan Saudi Press Agency, otoritas mencatat adanya pergerakan angin permukaan aktif dari barat daya ke barat laut berkecepatan 15 hingga 40 kilometer per jam yang berpotensi membawa debu serta pasir.

"Kondisi dari hari pertama Zulhijah hingga hari tarwiyah (8 Zulhijah) diperkirakan panas hingga sangat panas, dengan langit berkisar dari cerah hingga berawan sebagian," ujar Dr Ayman Ghulam, Kepala NCM Arab Saudi.

Gelombang panas ekstrem ini diprediksi mencapai puncaknya pada fase penting pelaksanaan ibadah haji di fase awal Zulhijah. Jemaah diimbau mengantisipasi fluktuasi kelembapan udara yang berkisar antara 10 persen hingga 40 persen di tengah sengatan suhu udara.

"Suhu tinggi selama periode puncak haji diperkirakan berkisar antara 44-47 derajat Celsius, sementara suhu rendah akan berkisar antara 28-31 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan 10%-40%," kata Ghulam.

Suhu tinggi dilaporkan akan terus membayangi kawasan suci bahkan setelah melewati Hari Arafah. Tingkat kelembapan udara diproyeksikan mengalami peningkatan moderat pada hari-hari terakhir pelaksanaan ibadah haji.

"Periode dari Hari Arafah (9 Zulhijah) hingga 13 Zulhijah diperkirakan akan tetap panasi. Suhu diperkirakan berkisar 42-44 derajat Celsius dan suhu rendah berkisar 26-29 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan antara 15%-55%," tutur Ghulam.

Menanggapi ancaman cuaca panas ekstrem tersebut, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi meminta jemaah haji Indonesia melakukan langkah proteksi diri yang ketat. Jemaah diimbau mengenakan alat pelindung, menjaga hidrasi tubuh secara konstan, menggunakan tabir surya, serta mengenakan alas kaki guna menghindari ancaman kesehatan serius.

"Kondisi panas ekstrem di Saudi bukan hal sepele. Jika kita tidak waspada, tubuh bisa mengalami heatstroke atau sengatan panas yang mematikan," kata dr Muhammad Fathi Banna Al Faruqi, petugas PPIH Arab Saudi Daker Bandara.

Tim medis mengingatkan jemaah untuk segera mencari bantuan medis jika merasakan gejala awal seperti pusing berdenyut, jantung berdebar, mual, hingga kram otot. Pemakaian pelindung kepala luar ruangan juga menjadi perhatian khusus bagi jemaah pria.

"Jangan menantang matahari. Gunakan payung, topi lebar, dan kacamata hitam saat berada di luar ruangan. Perhatikan bahwa topi tidak boleh dipakai laki-laki berihram," kata Al Faruqi.

Upaya pendinginan suhu tubuh secara mandiri disarankan dilakukan jemaah secara rutin untuk menjaga kelembapan saluran pernapasan. Penggunaan cairan khusus selain air mineral juga direkomendasikan demi menjaga keseimbangan ion tubuh.

"Sediakan botol semprot berisi air. Jika terasa panas atau kering, semprotkan air ke wajah dan basahilah masker. Hal ini membantu mendinginkan udara yang kita hirup masuk ke paru-paru," kata Al Faruqi.

Di tengah situasi cuaca ekstrem tersebut, tim Amirul Hajj Indonesia mulai mendarat di Arab Saudi sejak Senin, 18 Mei 2026 petang, untuk mengawal fase operasional ibadah haji. Rombongan pertama dipimpin oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak bersama perwakilan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertahanan, dan unsur profesional.

"Alhamdulillah banyak perbaikan, tidak ada isu-isu yang krusial. Biasanya ada isu terpisahnya mahrom atau anggota keluarga, sampai dengan pada saat keberangkatan kami tidak menemukan kasusnya," ujar Dahnil Anzar Simanjuntak.

Tim Amirul Hajj 2026 yang berjumlah 13 orang ini terbagi dalam tiga kelompok terbang yang berasal dari lintas instansi. Kelompok kedua yang dipimpin Menteri Haji dan Umrah RI Mohammad Irfan Yusuf dijadwalkan mendarat pada Selasa, 19 Mei 2026, disusul rombongan ketiga di bawah pimpinan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author