MPR RI Bina Pemuda Sumbawa Lewat Sekolah Pilar Muda

Share

Badan Penganggaran MPR RI bersama MY Institute menyelenggarakan program Sekolah Pilar Muda di La Grande Ballroom, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (24/5/2025), guna meningkatkan peran generasi muda dalam pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.

Dilansir dari Detikcom, kegiatan bertajuk Meet The Leaders tersebut dihadiri oleh pelajar dan pemuda dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa yang telah lolos tahapan seleksi untuk menjadi delegasi.

Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI sekaligus Ketua Komite Sekolah Pilar Muda, Johan Rosihan, menjelaskan bahwa pembentukan wadah ini berawal dari hasil angket Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang menunjukkan tingginya kebutuhan ruang interaktif bagi pemuda Sumbawa.

"Banyak generasi muda yang ingin terlibat langsung dalam proses perubahan sosial, tetapi belum memiliki ruang yang memadai untuk mengembangkan potensinya," ujar Johan Rosihan.

Program ini dirancang secara netral dari kepentingan politik dengan fokus terhadap pengembangan cara berpikir kritis, kepemimpinan, serta kepedulian sosial.

Johan Rosihan menegaskan bahwa generasi muda wajib mengambil peran sebagai pelaku utama pembangunan di tengah dinamika global yang bergerak cepat.

Pembicara lain dalam forum dialog tersebut, Sherly Annavita Rahmi, turut menyoroti pentingnya penguasaan literasi digital bagi generasi muda.

"Media sosial jangan hanya dijadikan tempat hiburan semata, tetapi juga ruang belajar dan membangun dampak positif," kata Sherly Annavita Rahmi.

Kepala Sekolah Pilar Muda, Miftahul Arzak, menyatakan bahwa kondisi demografi Kabupaten Sumbawa saat ini didominasi oleh Generasi Z dan Generasi Alpha.

Menurutnya, bonus demografi tersebut dapat berbalik menjadi tantangan besar apabila generasi muda tidak dipersiapkan dengan baik.

"Rendahnya literasi, budaya instan, kecanduan media sosial, pengangguran muda, hingga menurunnya kepedulian sosial menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama," ujar Miftahul Arzak.

Melalui program ini, para delegasi didorong untuk melakukan riset serta menulis esai mengenai persoalan lingkungan, pangan, dan sosial di daerah.

Hasil pemikiran para peserta nantinya diformulasikan menjadi rekomendasi kebijakan untuk diserahkan kepada pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Sumbawa.

Perwakilan delegasi, Remon Aksa Dinata, menyampaikan pidato yang mengajak pemuda Sumbawa untuk menghadirkan tindakan nyata di lapangan.

Selama masa karantina, peserta telah mendapatkan pelatihan kepemimpinan, simulasi persidangan, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan daerah.

Para delegasi berkomitmen melaksanakan proyek sosial yang berfokus pada regenerasi petani serta penyelenggaraan Festival Pilar Muda demi menjaga ketahanan pangan dan budaya lokal.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Rafly Akbar Hikmawan pada pukul 11.41 Wita.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author