Benfica Ditahan Imbang Académico de Viseu 2-2 di Stadion Luz
Benfica gagal mengamankan kemenangan setelah ditahan imbang 2-2 oleh tim promosi Académico de Viseu pada laga pembuka I Liga Portugal musim 2026/27 di Stadion Luz, Lisbon, Minggu (9/8/2026). Kegagalan tuan rumah memanfaatkan sejumlah peluang emas dan kerapuhan lini pertahanan menjadi pemicu hasil imbang tersebut.
Hasil ini tergolong mengejutkan mengingat Académico de Viseu baru kembali berlaga di kasta tertinggi sepak bola Portugal setelah absen selama 37 tahun. Laga yang berlangsung tanpa kehadiran penonton di tribun ini dimanfaatkan dengan baik oleh tim tamu untuk mencuri satu poin.
Gelandang menyerang Benfica, Gianluca Prestianni, tampil menonjol dengan menyumbang satu assist untuk gol Vangelis Pavlidis serta mencetak satu gol indah. Namun, keunggulan Benfica berhasil disamakan oleh gol André Clóvis yang memanfaatkan umpan silang Robinho, memanfaatkan kelengsihan pertahanan tim tuan rumah.
Penjaga gawang Académico de Viseu, Ewerton, menjadi pahlawan bagi timnya setelah menggagalkan berbagai peluang matang Benfica, termasuk tembakan jarak dekat Prestianni. Di lini tengah, pemain asal Turki, Kahraman, juga tampil solid dalam memutus serangan yang dibangun jajaran pemain Benfica.
Pelatih Benfica, Marco Silva, menyuarakan kekecewaannya atas ketidakefektifan barisan penyerang serta rapuhnya pertahanan tim saat mengantisipasi situasi bola mati dan umpan silang.
"Melihat jalannya pertandingan, kami tahu bagaimana rasanya bermain dengan dan tanpa pendukung. Sekarang hal itu akan terdengar seperti alasan dan saya tidak ingin mengambil jalur tersebut. Ini adalah hasil yang sangat buruk bagi kami, kami harus bertanggung jawab dan tidak boleh kebobolan dari sepak pojok serta lemparan kedalam," ujar Marco Silva, Pelatih Benfica.
Ia juga menambahkan bahwa dominasi timnya di babak pertama seharusnya bisa mengunci kemenangan lebih awal.
"Kami tahu kami lebih siap menghadapi lima bek lawan dan penting untuk memiliki lima pemain di garis tersebut. Pertandingan hebat dari Prestianni karena ia mampu menemukan ruang. Kami menciptakan lebih banyak peluang untuk mencetak lebih banyak gol, di babak pertama pertandingan ini bisa saja tuntas, tetapi kenyataannya tidak," kata Marco Silva, Pelatih Benfica.
Di sisi lain, kiper Académico de Viseu, Ewerton, mengungkapkan rasa bahagianya dapat membantu tim meraih poin krusial di laga perdana.
"Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, tetapi kami fokus. Kami tampil memukau. Saya ingin mengucapkan selamat kepada seluruh tim.
Saya juga sangat bahagia dengan penampilan saya karena bisa membantu tim lewat beberapa penyelamatan. Setelah 37 tahun tanpa I Liga, kami tahu ini sulit, tetapi kami siap merebut poin dan membawa pulang satu poin penting ini," ujar Ewerton, Penjaga Gawang Académico de Viseu.
Ewerton turut mengapresiasi proses adaptasinya yang berjalan lancar bersama skuad Académico de Viseu.
"Rekan-rekan menerima saya dengan sangat baik. Hal itu memberi saya kepercayaan diri untuk bermain. Saya sangat bahagia dengan grup yang telah menyambut saya dengan sangat baik ini," kata Ewerton, Penjaga Gawang Académico de Viseu.
Sementara itu, pelatih Académico de Viseu, Bruno Pinheiro, mengakui skema bertahan lima bek yang diterapkannya bertujuan untuk meredam keunggulan lebar lapangan milik Benfica.
"Ini adalah pertandingan yang sangat sulit, ada perbedaan besar dalam hal fisik dan ritme kompetitif antara kedua tim. Kami tahu cara menderita dan mencoba bermain ketika ada kesempatan. Sangat bagus melihat Académico kembali ke Liga setelah 37 tahun dan mendapat satu poin di Luz. Kami menerapkan garis lima bek untuk menjaga lebar lapangan dan mencegah situasi satu lawan satu," ujar Bruno Pinheiro, Pelatih Académico de Viseu.
Pinheiro juga menjelaskan keputusan taktisnya yang mengandalkan umpan-umpan panjang ke area pertahanan lawan.
"Kami selalu berusaha memainkan bola, walau belum sepenuhnya kompeten karena masih sangat hijau. Kami menjadikan João Guilherme sebagai acuan untuk umpan panjang karena kami pikir akan unggul duel melawan Dahl. João berhasil memenangkan duel dan membuat beberapa ancaman," kata Bruno Pinheiro, Pelatih Académico de Viseu.
Ia menyinggung pula situasi stadion tanpa penonton yang dinilainya memberikan keuntungan komunikasi bagi tim tamu.
"Pendukung Benfica pasti akan menciptakan atmosfer berbeda. Kami mungkin bisa kalah dengan selisih tiga atau empat gol jika stadion penuh. Tidak ada penonton memudahkan kami berkomunikasi dan memperbaiki situasi di lapangan. Tidak perlu hipokrit, bagi kami ini menguntungkan," ujar Bruno Pinheiro, Pelatih Académico de Viseu.