Mendes PDT Yandri Susanto Ajak Alumni UIN Banten Bangun Desa

Share

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mendorong para lulusan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten untuk membuka lapangan kerja di wilayah pedesaan. Seperti dilansir dari Detikcom, pemanfaatan potensi lokal menjadi kunci utama dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Penguatan peran desa kini menjadi fokus prioritas dalam struktur pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan tersebut tertuang dalam Asta Cita ke-6 yang menitikberatkan pada pembangunan dari kawasan pinggiran demi mengikis angka kemiskinan dan memicu pemerataan ekonomi. Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi salah satu program unggulan yang disiapkan untuk memperkuat ekonomi warga.

Guna merealisasikan target Asta Cita ke-6, Kemendes PDT merumuskan langkah strategis lewat 12 Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia. Strategi ini mencakup pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), pengembangan desa wisata, peningkatkan desa tematik, hingga pembentukan desa ekspor di berbagai wilayah.

Keterlibatan sivitas akademika dan para alumni UIN SMH Banten sangat diharapkan dalam menggerakkan 12 aksi tersebut. Program desa ekspor yang diluncurkan saat ini telah menaungi 400 desa dengan akumulasi nilai transaksi mendekati Rp1 triliun.

"Kita ingin baik mahasiswa UIN Banten maupun alumninya bisa berkontribusi di 12 aksi bangun Desa bangun Indonesia ini. Salah satunya ada desa ekspor yang hari ini sudah ada 400 Desa ekspor yang kami luncurkan dengan transaksi hampir mencapai Rp1 triliun," kata Yandri dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Yandri saat memberikan Orasi Ilmiah dalam prosesi wisuda sarjana dan pascasarjana UIN SMH Banten tahun 2026 yang berlangsung di Convention Hall and Business Center UIN SMH, Sabtu (8/8/2026).

Selain program ekspor, pengembangan desa wisata juga menjadi agenda utama Kemendes PDT. Wilayah Banten dinilai memiliki banyak kawasan rintisan yang berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata lokal.

Potensi desa tematik di Banten dapat dioptimalkan pada berbagai sektor produksi. Komoditas yang bisa dikembangkan antara lain budidaya ayam petelur, ayam pedaging, ikan nila, ikan lele, jagung, bawang merah, hingga tanaman jahe.

Lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu mengubah pola pikir dari sekadar pencari kerja menjadi penyedia lapangan kerja baru. Pemanfaatan ijazah sarjana idealnya diarahkan untuk merekrut tenaga kerja lokal melalui berbagai usaha produktif di desa.

"Nah maka tadi saya sampaikan pada para wisudawan, jangan hanya berpikir bagaimana mencari pekerjaan. Jadi PNS itu bagus, luar biasa, melamar kerja itu boleh, tidak ada masalah, tapi bagaimana kita mengubah mindset kita, cara berpikir kita, bahwa sarjana itu tidak mesti ijazahnya itu hanya untuk melamar pekerjaan, tapi dia bisa menghadirkan pekerjaan dalam artian merekrut tenaga kerja," kata Yandri.

Kapasitas penyerapan tenaga kerja dari program-program desa ini terbilang cukup besar. Desa ekspor mampu menyerap 10 hingga 15 pekerja, BUM Desa serta Koperasi Desa Merah Putih masing-masing dapat menampung 7 sampai 10 orang, sedangkan sektor desa wisata berpotensi menyerap hingga 100 tenaga kerja.

Pengelolaan program pedesaan secara profesional berpeluang menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan. Selain untuk mencukupi kebutuhan pasar domestik, hasil produksi dari desa juga diarahkan untuk menembus pasar ekspor.

Sivitas akademika UIN SMH Banten diimbau untuk menyelaraskan 12 Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sinergi ini penting untuk mengoptimalkan potensi lebih dari 1.200 desa yang tersebar di wilayah Banten.

Pemerintah menyodorkan program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI) untuk dikolaborasikan dengan akademisi. Program-program turunan dari 12 aksi tersebut dapat dipadu-padankan dengan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

"Nah itu yang kami tawarkan dengan civitas akademika UIN Banten dan para lulusannya. Dari 1200 lebih desa di Banten, saya kira dengan program kami ada program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI) itu, dan juga ada program-program yang lain dari 12 aksi bangun Desa bangun Desa itu kami bisa memadu-padankan dengan Tri dharma perguruan tinggi UIN Banten," kata Yandri.

Kerja sama resmi ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemendes PDT dan UIN SMH Banten. Kesepakatan tersebut mencakup pertukaran data, pelatihan SDM, penelitian riset dan teknologi, serta program pemberdayaan masyarakat.

Sejumlah pejabat kementerian tampak mendampingi Mendes PDT dalam acara tersebut, antara lain Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid, Dirjen PEID Tabrani, Dirjen PPDT Samsul Widodo, serta Kepala BPSDM Kemendes Agustomi Masik.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author