Tragedi Kapal Le Joola di Senegal Telan Korban Melampaui Titanic

Share

Dukacita mendalam melingkupi sejarah maritim dunia saat kapal milik Pemerintah Senegal, MV Le Joola, tenggelam di perairan Samudra Atlantik. Insiden yang dialami kapal tersebut mencatatkan jumlah korban jiwa yang melampaui tragedi Kapal Titanic.

Peristiwa nahas ini berlangsung pada 26 September 2002 saat kapal berlayar dari Casamance menuju Dakar, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pelayaran itu dilakukan setelah Le Joola beroperasi kembali selama dua minggu usai mengalami perbaikan mesin selama satu tahun.

Kapasitas angkut kapal sebenarnya hanya ditujukan untuk 536 penumpang. Namun, muatan membengkak hingga diperkirakan melampaui 2.000 orang akibat praktik suap oknum petugas dan masuknya penumpang tanpa tiket.

Kondisi kapal semakin buruk ketika badai disertai hujan deras menerpa kawasan perairan pada malam hari. Para penumpang diminta masuk ke area dalam kapal tak lama sebelum daya listrik padam total.

Salah satu penyintas bernama Mariama Diouf menyadari kejanggalan sebelum kapal akhirnya terbalik sepenuhnya. Posisi kapal yang terbalik membuat banyak penumpang terjebak di dalam lambung dan tidak sempat menyelamatkan diri.

Upaya pertolongan mengalami kendala besar karena tim penyelamat baru tiba di lokasi kejadian sekitar 10 jam setelah insiden. Nelayan setempat justru menjadi pihak pertama yang melakukan evakuasi di titik kecelakaan.

Keterlambatan bantuan tersebut memicu tingginya angka kematian dalam salah satu bencana maritim terbesar di dunia ini. Lebih dari 1.800 orang dari 12 negara dilaporkan meninggal dunia, sementara penumpang selamat hanya tercatat 64 orang.

Jumlah korban tewas tersebut resmi melewati catatan Tragedi Titanic yang menelan 1.500 korban jiwa. Genap dua dekade berlalu, keluarga korban masih terus mendesak Pemerintah Senegal untuk mengangkat bangkai Kapal Le Joola dari dasar laut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author