Kelompok Houthi Melancarkan Serangan ke Arab Saudi di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Share

Kelompok Houthi melancarkan serangan ke wilayah selatan Arab Saudi yang menyebabkan 11 orang luka-luka pada Kamis malam, 6 Agustus 2026, di tengah meningkatnya ketegangan di Asia Barat atau Timur Tengah.

Serangan itu terjadi setelah laporan intelijen kredibel menunjukkan koordinasi antara Houthi, milisi Irak yang didukung Iran, dan IRGC untuk menyerang fasilitas sipil dan energi di Arab Saudi. Informasi itu dilaporkan oleh sumber senior Arab Saudi dan dikutip dari Detikcom.

Korban luka terdiri dari tujuh warga Saudi, dua warga Mesir, satu warga Yaman, dan satu warga Pakistan. Serangan menargetkan wilayah Najran yang berbatasan langsung dengan Yaman.

Jenderal Turki al-Maliki, juru bicara koalisi pimpinan Saudi yang memerangi Houthi, mengatakan, "Serangan itu terjadi pada Kamis malam dan menyebabkan sejumlah korban luka."

Saudi merupakan sekutu utama Amerika Serikat di Timur Tengah. Hubungan militer kedua negara tetap sangat kuat di semua tingkatan.

Sejumlah laporan intelijen menyebutkan persiapan serangan drone dan rudal dari kelompok proksi Iran yang melibatkan Houthi dan milisi lain di wilayah tersebut. Laporan ini muncul di tengah upaya Saudi mendorong perdamaian di Timur Tengah melalui negosiasi yang bergerak ke arah positif.

Sumber senior Saudi menyatakan, "Serangan dapat menargetkan fasilitas vital seperti bandara, pelabuhan, dan infrastruktur energi." Pemindahan posisi rudal dan drone sedang dipantau sebagai persiapan kemungkinan serangan serentak.

Houthi, yang bermarkas di Yaman dan didukung Iran, telah meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi dan pemerintah Yaman yang diakui internasional sejak beberapa waktu lalu. Konflik antara Saudi dan Houthi berlangsung lebih dari empat tahun.

Houthi juga melancarkan serangan di Yaman pada hari yang sama, Kamis (6/8), yang menewaskan sedikitnya 58 tentara pemerintah Yaman. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan, "Serangan tersebut menargetkan pasukan pemerintah Yaman sebagai respons terhadap peningkatan kekuatan militer yang didukung Saudi." Serangan ini melibatkan rudal balistik dan drone dalam jumlah besar.

Kementerian Pertahanan Yaman berjanji akan membalas serangan Houthi "pada tempat dan waktu yang tepat."

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Houthi konflik Timur Tengah
Editors Team
gilang-permana-putra
Author