Satgas PRR Salurkan Bantuan Perikanan Pascapemulihan Bencana Aceh

Share

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) menyalurkan bantuan sektor kelautan dan perikanan kepada masyarakat pesisir terdampak bencana di Aceh Utara dan Lhokseumawe pada Kamis (6/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Penyerahan bantuan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Aceh Utara di Lhoksukon tersebut ditujukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi petambak, pembudi daya, nelayan, serta pengolah hasil perikanan pascabencana.

Bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini mencakup 20 paket peralatan pengolahan ikan, 57 unit kotak pendingin, serta benih dan pakan udang untuk memulihkan tambak seluas 1.450 hektare di Aceh Utara dan 271 hektare di Lhokseumawe. Selain itu, disalurkan pula 20 unit mesin kapal 30 PK, 155 unit alat penangkap ikan, dan 171 unit dapur perebusan garam.

Guna mendukung rehabilitasi saluran tambak yang rusak di delapan kabupaten/kota, pemerintah turut mengerahkan delapan unit ekskavator. Direktur Prasarana dan Sarana Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Enggar Sadtopo menjelaskan bahwa pemulihan sarana produksi sangat krusial untuk menggerakkan kembali roda ekonomi pesisir.

"Dukungan tersebut diarahkan untuk menggerakkan kembali aktivitas produksi masyarakat. Bantuan yang disalurkan meliputi 20 paket peralatan pengolahan ikan dan 57 unit kotak pendingin (cool box), serta benih dan paket pakan udang untuk mendukung pemulihan tambak seluas 1.450 hektare di Aceh Utara dan 271 hektare di Lhokseumawe," ujar Enggar Sadtopo.

Langkah penyaluran armada alat berat ini juga diselaraskan dengan target besar pemerintah dalam merehabilitasi kawasan pertambakan di wilayah Aceh.

"Kami harap bantuan ini bisa memulihkan ekonomi dari pembudi daya yang terdampak. Ini juga ada ekskavator, alat yang bisa mempercepat rehabilitasi di saluran tambak terdampak di Aceh Utara," kata Enggar Sadtopo.

Dukungan atas pemanfaatan sarana tersebut turut disampaikan oleh kalangan legislatif yang menyoroti pentingnya optimalisasi alat berat di lapangan.

"Terutama harapan kami ekskavator yang kami berikan ini dapat semaksimal mungkin dimanfaatkan, khususnya membersihkan tambak yang terdampak bencana di sektor perikanan," ucap Anggota Komisi IV DPR RI TA Khalid.

Di sisi lain, perwakilan kementerian mengimbau agar pemerintah daerah mengambil peran aktif dalam mengelola dan menjaga keberlanjutan bantuan aset yang telah diserahterimakan.

"Pemda itu harus memiliki rasa memiliki karena pemda itu yang menerima manfaat dan tanggung jawab ketika serah terima pemanfaatan maupun aset," pungkas Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh dari Kementerian Dalam Negeri Imran.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author