WNI Meninggal Dunia Usai Tertabrak Mobil di Australia

Share

Seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Nurhayati Pamungkas (44) meninggal dunia di Liverpool Hospital, Sydney, New South Wales, usai berjuang selama sepekan dalam kondisi koma akibat tertabrak mobil. Seperti dilansir dari Detikcom, almarhumah dimakamkan di Pemakaman Rookwood setelah disalatkan di Masjid Lakemba.

Insiden tersebut bermula ketika sebuah minibus Toyota Tarago putih menabrak Nurhayati dan seorang pejalan kaki pria berusia sekitar 60 tahun di kawasan Lakemba pada Selasa sore (28/07). Kendaraan tersebut kemudian menghantam dua mobil lain di sisi berlawanan jalan The Boulevarde.

Akibat benturan keras, Nurhayati menderita cedera kepala berat dan langsung dilarikan ke Liverpool Hospital. Sementara itu, korban pria lainnya mengalami luka berat di bagian kepala dan menjalani perawatan medis di St George Hospital.

Kepolisian NSW menyatakan bahwa pengemudi mobil, seorang pria berusia 82 tahun, sempat ditangani oleh paramedis di tempat kejadian sebelum dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan serta tes wajib.

Suami korban, Agung, yang bekerja sebagai kepala koki, mengungkapkan rasa duka mendalam dan kebingungannya atas musibah yang menimpa istrinya saat hendak menjemput anak mereka usai berbelanja bahan makanan.

"Saya hanya ingin bertanya kepadanya. Kenapa? Kenapa?" ujar Agung, Suami Korban.

Ungkapan belasungkawa juga datang dari tempat kerja Agung, Dick's Hotel di Balmain, yang mengonfirmasi kabar duka tersebut melalui unggahan di media sosial.

"Kami sangat sedih untuk memberitahukan bahwa Nurhayati telah meninggal dunia," kata Pihak Manajemen, Dick's Hotel.

Pihak manajemen hotel menjelaskan situasi yang dihadapi keluarga setelah insiden tragis tersebut.

"Agung, kepala chef kami, dan kedua anaknya berada di sisinya, tetapi luka-lukanya terlalu parah," ujar Pihak Manajemen, Dick's Hotel.

Guna memberikan dukungan emosional, pihak tempat kerja mengimbau publik untuk memberikan simpati kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Mohon doakan Agung dan keluarganya agar mereka dapat menjalani hidup tanpa istri dan ibu tercinta mereka," kata Pihak Manajemen, Dick's Hotel.

Dukungan finansial turut digalang oleh pemilik Dick's Hotel, Elia Economou, melalui platform GoFundMe untuk meringankan beban keluarga korban.

"Bersama-sama, kita telah mengumpulkan lebih dari A$55.000," ujar Elia Economou, Pemilik Dick's Hotel.

Elia menambahkan bahwa penggalangan dana tersebut diharapkan dapat memberi ruang bagi suami dan anak-anak korban untuk beradaptasi.

"Meskipun tidak ada yang dapat menghilangkan rasa sakit yang mendalam, dukungan kalian akan membantu meringankan tekanan finansial pada Agung dan memberi dia dan anak-anaknya sedikit ruang untuk mulai menyesuaikan diri dengan kehidupan tanpa istri dan ibu mereka," kata Elia Economou, Pemilik Dick's Hotel.

Selain itu, tempat kerja Nurhayati di Bella Vita Cafe juga mengumpulkan donasi kemanusiaan yang telah mencapai hampir A$10.000. Duka cita mendalam turut disampaikan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney.

"Sejak menerima informasi tersebut, KJRI Sydney telah berkoordinasi dengan otoritas dan komunitas Indonesia setempat," ujar Pihak Perwakilan, KJRI Sydney.

Konsul Jenderal RI Sydney, Pendekar Muda Leonard Sondakh, telah mengunjungi keluarga secara langsung untuk menyampaikan belasungkawa serta menghadiri prosesi salat jenazah.

"KJRI Sydney akan terus berkomitmen memberikan pendampingan konsuler kepada WNI di wilayah akreditasinya sesuai ketentuan yang berlaku," kata Pihak Perwakilan, KJRI Sydney.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: australia kecelakaan Sydney WNI
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author