Wamendagri Tinjau Penanganan Korban Dugaan Keracunan MBG di Jayapura
Pemerintah Kabupaten Jayapura dan masyarakat menerima apresiasi atas penanganan cepat terhadap siswa korban dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG), dilansir dari Detikcom. Penanganan tersebut ditinjau langsung di RSUP Jayapura pada Jumat (7/8/2026).
Sebagian besar pasien dilaporkan telah pulih dan diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis secara cepat di Puskesmas dan rumah sakit. Langkah penanganan ini melibatkan penanganan intensif dari jajaran pemerintah daerah serta instansi terkait.
"Jadi begitu pas kejadian mereka langsung antar ke rumah sakit. Ditangani oleh Puskesmas dan pemerintah daerah. Jadi kami lihat pemerintah daerah juga bekerja sudah cukup maksimal dan sangat cepat penanganannya," ujar Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).
Kunjungan peninjauan ke RSUP Jayapura dilakukan Wamendagri bersama Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Trenggono. Penanganan darurat tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, pihak gereja, dan tokoh masyarakat setempat.
"Artinya teamwork atau kebersamaan koordinasi kerja pemerintah daerah, baik pemerintah daerah sendiri, kemudian TNI dan Polri sudah sangat membantu, termasuk dari gereja kemudian dari tokoh-tokoh masyarakat. Jadi semuanya sudah teratasi dengan baik," ungkap Ribka Haluk.
Pemerintah berencana memperkuat aspek pengawasan dan pengolahan makanan di dapur guna mencegah terulangnya insiden serupa. Pengawasan proses pengolahan makanan higienis ini membutuhkan keterlibatan aktif dari jajaran pemerintah daerah dan masyarakat secara luas.
"Masyarakat juga sudah menyampaikan bahwa mereka sangat membutuhkan. Jadi kita lihat contoh, anak-anak bawa pulang kasih orang tua makan. Artinya di bawah ini masih membutuhkan," sambung Ribka Haluk.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional menegaskan pentingnya partisipasi Pemda dalam mengawal tata kelola program prioritas tersebut. Masukan konstruktif dari seluruh pihak tetap dibuka demi perbaikan pelaksanaan program ke depan.
"Jadi kita semua sangat berharap program ini memang sangat dibutuhkan oleh anak bangsa kita, semua masyarakat menyampaikan memang MBG ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat khususnya siswa-siswa anak bangsa kita," tandas Wakil Kepala BGN Trenggono.