Pemkot Jakarta Barat Bersihkan 140 Ton Sampah di Kedaung Kali Angke

Share

Wilayah RW 03, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat, menumpuk sampah seberat sekitar 140 ton yang ditargetkan terangkut dalam satu hari oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat, Jumat (7/8/2026), dilansir dari Detikcom.

Kepala Sudin LH Jakarta Barat Aldi Jansen menjelaskan pihaknya mengerahkan 13-15 truk pengangkut sampah, satu unit shovel loader, dan 25 personel PJLP untuk mempercepat proses pembersihan.

"Penanganan kami lakukan secara intensif dengan alat berat untuk mempercepat pemuatan, kemudian sampah langsung diangkut menggunakan armada yang telah disiapkan. Target kami, penanganan utama dapat diselesaikan dalam satu hari sehingga akses warga kembali terbuka dan lingkungan dapat segera ditata," ujar Aldi.

Aldi menambahkan proses pembersihan dilakukan secara terkoordinasi agar pengangkutan berjalan efektif dan tidak mengganggu warga sekitar.

Humas DLH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, menyatakan penanganan tumpukan sampah dilakukan secara intensif setelah mendapat informasi kondisi tersebut.

"Yang paling utama adalah memastikan lingkungan segera kembali bersih dan aktivitas warga tidak terganggu. Karena itu, jajaran kami di Jakarta Barat mengerahkan sumber daya yang diperlukan untuk mempercepat penanganan di lapangan," kata Yogi.

Yogi menegaskan penanganan tumpukan sampah tidak akan mengganggu pelayanan pengangkutan sampah rutin di Jakarta Barat.

"Penanganan di satu lokasi tidak boleh kemudian mengganggu pelayanan warga di tempat lain. Pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan, sementara penanganan di Kedaung Kaliangke diperkuat dengan armada, alat berat, dan personel tambahan," jelasnya.

Menurut Yogi, pencegahan penumpukan sampah perlu dibarengi dengan pengurangan dan pemilahan dari sumbernya untuk mencegah kejadian serupa.

"Pemerintah tentu hadir ketika ada persoalan yang harus segera ditangani. Namun solusi yang berkelanjutan membutuhkan kerja bersama. Semakin banyak sampah yang dikurangi, dipilah, dan diolah sejak dari sumber, semakin kecil pula potensi penumpukan di lingkungan," ujarnya.

DLH DKI juga mendorong penerapan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Pemerintah memperkuat pelayanan dan pengolahan, sementara pemilahan dari rumah tangga menjadi bagian penting agar sistem pilah, angkut, dan olah dapat berjalan semakin baik. Tujuan akhirnya sama, yaitu lingkungan Jakarta yang lebih bersih dan nyaman bagi warga," pungkas Yogi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author