Kebakaran di Gunung Bromo Luas 120 Hektare Disebabkan Ulah Manusia
Kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo telah meluas hingga mencapai 120 hektare. Kebakaran ini terjadi akibat faktor ulah manusia, bukan karena cuaca atau alam, menurut Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha.
Titik awal api diketahui berada di punggungan perbukitan kawasan Blok Bantengan-Jantur, yang merupakan jalur tradisional masyarakat daerah Argosari menuju Ranu Pani. Lokasi tersebut sangat jarang dilintasi dan sulit dijangkau oleh petugas karena berada di punggungan bukit.
"Kalau dugaan kita memang karena dari atas (sumber api). Dari atas punggungan (perbukitan) dari Bantengan ke arah Argosari," ujar Rudijanta, dilansir dari Detikcom pada Jumat (7/8/2026).
Rudijanta menambahkan, "Dilewati masyarakat, karena itu jalur tradisional masyarakat daerah Argosari ke arah Ranu Pani." Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas manusia di jalur tersebut berpotensi menjadi sumber api.
Meski musim kemarau mempercepat penyebaran api, Rudijanta menegaskan bahwa sumber api bukan berasal dari faktor cuaca atau alam.
"Kalau pastinya dari manusia. Bukan dari alam. Kalau cuaca itu kan, membuat api membesar, merambat. Tetapi kalau sumber (api) bukan karena cuaca," tegasnya.
Kesulitan dalam penanganan kebakaran ini adalah lokasi titik api yang sulit dijangkau oleh petugas secara darat.
"Sudah 120 hektare terdampak kebakaran. Kesulitan selama ini, titik api berada di punggungan bukit. Sulit untuk dijangkau darat," sambung Rudijanta.