Tanggul Muara Baru rembes hingga buat Jalan Muara Baru becek
Tanggul laut di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara rembes sehingga Jalan Muara Baru Ujung becek di depan Gedung Pompa Pluit. Rembesan terjadi karena tingginya tekanan air laut yang diperparah penurunan permukaan tanah, sehingga daratan di kawasan itu berada lebih rendah dibanding permukaan laut.
Menurut Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara Heria Suwandi, hasil survei lapangan menunjukkan rembesan air terjadi akibat tingginya tekanan air laut yang diperparah land subsidence.
"Hasil survei lapangan menunjukkan rembesan air terjadi akibat tingginya tekanan air laut yang diperparah penurunan muka tanah (land subsidence)," kata Heria Suwandi, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara.
Rembesan membuat air meresap dan muncul di lokasi sekitar, termasuk di salah satu sisi tanggul. Kondisi ini juga membuat jalan sekitar lokasi tak pernah kering, karena air muncul melalui retakan dan rembesan dari tanggul laut.
Heria mengatakan tim bergerak cepat menindaklanjuti temuan rembesan air tersebut dan tengah fokus melakukan penanganan di lapangan.
"Tim bergerak cepat menindaklanjuti temuan rembesan air tersebut dan tengah fokus melakukan penanganan," ujarnya.
Untuk penanganan sementara, petugas membuat alur kecil di lokasi rembesan agar air langsung mengalir ke saluran drainase. Dengan aliran langsung itu, air tidak lagi menggenangi badan jalan sehingga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga.
"Kami buatkan alur agar air rembesan langsung mengalir ke saluran drainase. Dengan begitu, air tidak lagi menggenangi badan jalan sehingga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga," kata Heria.
Heria menyebut penyebab rembesan di kawasan tersebut kompleks, mulai dari faktor alam hingga aktivitas manusia, sehingga penanganannya membutuhkan dukungan pemangku kepentingan.
Ia juga mengimbau masyarakat dan nelayan menjaga fungsi tanggul sesuai semestinya agar tanggul tetap optimal melindungi kawasan pesisir dan risiko kerusakan bisa diminimalkan.
"Dengan begitu, risiko kerusakan dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga," tuturnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Dinas Sumber Daya Air mengecek dan memantau kondisi tanggul Muara Baru. Ia menilai rembesan yang terjadi tidak besar namun tetap merembes, dan kondisi permukaan air laut yang sempat lebih tinggi dipengaruhi fenomena air rob beberapa hari terakhir yang kini berangsur normal.
"Tetap tanggul yang ada di Muara Baru itu saya akan meminta kepada Sumber Daya Air untuk mengecek dan juga memonitor untuk itu supaya nggak terjadi seperti yang lalu," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta.
"Kebetulan saya mengikuti apa yang ada di Muara Baru. Memang ada rembesan-rembesannya. Mohon maaf, bukan yang besar, tapi kecil, tapi memang merembes," lanjut Pramono.