Polisi dan Anjing K9 Telusuri Kali Licin Depok Cari Potongan Kaki Mutilasi
Pencarian bagian tubuh korban mutilasi berinisial K (51) terus dilakukan oleh jajaran kepolisian. Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya turun langsung ke Kali Licin, Cipayung, Kota Depok, untuk menyisir keberadaan potongan kaki korban, dilansir dari Detikcom.
Penyisiran di aliran sungai tersebut dilakukan sejak pukul 13.00 WIB pada Kamis (6/8/2026). Petugas mengerahkan anjing pelacak K9 serta berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Depok untuk memperluas jangkauan pencarian.
Langkah penyisiran ini dilakukan menyusul pengakuan dari tersangka bernama Saepul (26). Pelaku mengaku membuang bagian kaki korban ke aliran sungai dari arah jembatan di kawasan Pancoran Mas.
"Untuk agenda hari ini kami dari Subdit Resmob untuk menelusuri potongan kaki dari korban yang dibuang oleh pelaku. Berdasarkan pengakuan pelaku, dibuang di jembatan di Pancoran Mas, seperti itu," ujar Katimsus 2 Resmob Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya, kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).
Pelibatan unit satwa khusus juga dikonfirmasi oleh pihak kepolisian di lokasi kejadian. Penyisiran difokuskan pada titik-titik yang dicurigai menjadi tempat tersangkutnya potongan tubuh.
"Kami berkoordinasi dengan operator dari K9 untuk menelusuri untuk potongan tubuh tersebut," tuturnya.
Proses pencarian di lapangan menghadapi kendala rentang waktu yang cukup jauh antara eksekusi pembuangan dan penemuan jasad. Luapan air akibat hujan deras dalam sepekan terakhir diduga membuat potongan tubuh hanyut terbawa arus.
"Untuk sementara masih proses karena memang ada kendala dari kami adalah untuk waktu penemuan mayat sendiri itu 4 Agustus, sedangkan waktu pembuangan mayatnya itu 23 Juli 2026. Jadi sudah ada range sekitar satu minggu lebih yang kemudian sempat dalam satu minggu itu ada hujan. Jadi untuk arus sungai sendiri agak deras," ungkapnya.
Pencarian yang berlangsung selama empat jam tersebut menyusuri aliran sungai sejauh 500 meter lebih. Upaya penelusuran yang sempat menjadi perhatian warga sekitar tersebut akhirnya dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB karena potongan tubuh korban belum berhasil ditemukan.