MRT Jakarta Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Glodok dan Kota

Share

Pembangunan infrastruktur transportasi massal di ibu kota terus berlanjut. PT MRT Jakarta (Perseroda) menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan pembangunan Fase 2A CP203 mulai Agustus 2026.

Informasi penyesuaian arus kendaraan ini dikutip dari Detik Finance. Langkah tersebut diambil guna mendukung pengerjaan fisik jalur bawah tanah segmen Mangga Besar hingga Kota.

Proyek CP203 mencakup pembuatan Stasiun Bawah Tanah Glodok dan Stasiun Kota. Jalur ini membentang sepanjang 1,4 kilometer dengan terowongan sekitar 690 meter.

Pekerjaan proyek ini dikerjakan oleh konsorsium Sumitomo Mitsui Construction Company bersama Hutama Karya Joint Operation. Pengaturan lalu lintas telah disesuaikan secara bertahap sejak April 2021.

"Seluruh pelaksanaan rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya," kata Kepala Divisi Corporate Secretary MRT Jakarta, Rendy Primartantyo dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8/2026).

Pembangunan pintu masuk atau entrance Stasiun Glodok memasuki Tahap 4. Pengaturan jalan di kawasan ini terbagi menjadi tiga subtahap hingga pertengahan 2027.

Tahap 4.1 berlangsung pada 10 Agustus 2026 sampai 09 September 2026. Arus kendaraan dua arah dialihkan ke Jalan Hayam Wuruk melalui skema contra flow sebagian jalan.

Satu lajur arah utara di Jalan Gajah Mada tetap beroperasi. Disediakan pula lajur tambahan barat bagi penghuni Jalan Kemurnian IV dan Jalan Kemurnian VI.

Tahap 4.2 berjalan dari 10 September 2026 hingga 09 Oktober 2026. Skema jalan utama masih sama, tetapi akses Jalan Kemurnian VI menuju Jalan Gajah Mada ditutup.

Penghuni dan pengunjung tetap mendapat akses satu lajur di depan gerbang utara Hotel Novotel. Kendaraan kecil dapat memanfaatkan lajur khusus tersebut.

Tahap 4.3 dimulai 10 Oktober 2026 hingga 17 Mei 2027. Jalan Hayam Wuruk tetap menjadi perlintasan utama dengan satu lajur di Jalan Gajah Mada.

Akses Jalan Kemurnian VI kembali dibuka pada tahap ini. Sebaliknya, akses dari gerbang utara Hotel Novotel ditutup sementara dengan opsi lajur pengganti.

Pengaturan Pengalihan Jalur Area Stasiun Kota

Pekerjaan lorong bawah tanah atau underground passageway di Stasiun Kota juga berdampak pada arus kendaraan. Pengalihan difokuskan di Jalan Pintu Besar Selatan dan Simpang Asemka.

Kendaraan dari arah selatan menuju Kota Tua melintas melalui sisi barat Jalan Pintu Besar Selatan. Arah sebaliknya memutar dari barat ke timur sebelum kembali ke barat.

Masing-masing arah memiliki satu lajur khusus. Lajur ini diperuntukkan bagi Bus TransJakarta, warga setempat, serta pengunjung pertokoan di sepanjang jalan tersebut.

Apabila terjadi penumpukan kendaraan di Jalan Pancoran, Jalan Pintu Besar Selatan dibuka untuk umum. Keputusan dilakukan secara fleksibel sesuai arahan petugas lapangan.

Konstruksi koridor bawah tanah turut mengokupansi area tengah Simpang Asemka. Arus kendaraan dari Jalan Pintu Besar Utara menuju selatan dialihkan ke sisi barat area kerja.

Lalu lintas tetap dipertahankan satu lajur untuk setiap arah. Sementara itu, Jalan Asemka mengalami penyempitan menjadi dua lajur untuk masing-masing arah.

Jalan Jembatan Batu tetap menyediakan tiga lajur bagi pengguna jalan. Kendaraan yang hendak berbelok kanan menuju Kota Tua diimbau menggunakan lajur paling kanan.

Dua lajur tersisa di Jalan Jembatan Batu diperuntukkan bagi kendaraan yang lurus ke barat atau berbelok kiri ke arah selatan.

"PT MRT Jakarta (Perseroda) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama pekerjaan konstruksi berlangsung. PT MRT Jakarta (Perseroda) mengharapkan pengertian dan dukungan masyarakat demi kelancaran Pembangunan MRT Jakarta yang akan memberi manfaat bagi masyarakat luas," tutup Rendy.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author