Hoegeng Awards 2026 Anugerahi Lima Polisi Berintegritas Di Jakarta
Ajang penganugerahan Hoegeng Awards 2026 menganugerahkan penghargaan kepada lima anggota kepolisian yang dinilai berintegritas dan berdedikasi tinggi di The Tribrata, Jakarta Selatan, pada Jumat (31/7/2026) malam, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Acara kolaborasi tahun kelima antara detikcom dan CT Corp ini menjaring lebih dari 9.000 nominasi usulan masyarakat, yang kemudian disaring ketat oleh Dewan Pakar independen. Dalam sambutannya, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya integritas anggota Polri saat bertugas.
"Kita harapkan (polisi) terus mau bekerja di mana pun mereka berada. Namun baik mereka diawasi ataupun tidak diawasi, mereka bersungguh-sungguh bekerja untuk melaksanakan apa yang menjadi amanah institusi," ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Founder & Chairman CT Corp Chairul Tanjung menjelaskan bahwa kekuatan utama ajang ini terletak pada murni lahirnya pencalonan dari masyarakat. Ia juga menyampaikan dampaknya terhadap motivasi kerja anggota kepolisian.
"Nominasi ini bukan dicalonkan oleh anggota Polri tersebut, tetapi dicalonkan oleh masyarakat," ucap Chairul Tanjung.
Adapun penerima penghargaan kategori Polisi Berdedikasi diberikan kepada Kombes Eko Budhi Purwono atas program Green Policing dan pembinaan pemuda di kawasan suaka margasatwa Kampar Kiri Hulu sejak April 2025.
"Kami melakukan pendekatan dengan Baznas untuk pendanaan, saya bicara dengan kawan-kawan di internal, kita minta satu pusdik untuk menyiapkan diri untuk mencoba satu model memperkenalkan sebuah profesi yang tidak harus mereka menjadi itu, setidaknya mereka mengenal pemerintahan bahwa negara sedang turun, negara menyentuh," ucap Kombes Eko Budhi Purwono.
Melalui program Jelajah Rakyat untuk Riau (Jalur) Polda Riau, sebanyak 50 pemuda diajak mengikuti pelatihan satpam pada Agustus 2025.
"Pak Kapolda memiliki program Jalur, menyentuh, menyapa, memberikan imbauan, mengajak dan mengingatkan. Kedatangan kami ke sana untuk memberikan bantuan untuk desa di ujung sana, nggak banyak, paket kami siapkan, beras, gula, minyak dan seterusnya," ujar Kombes Eko Budhi Purwono.
Meskipun sempat menghadapi penolakan awal dari warga lokal, pendekatan intensif terus dilakukan di tepi Sungai Subayang.
"Di dalam program pendidikan satpam, yang kita didik sikap mental, berpikir, kemudian menjadi pribadi yang lain, sedikitnya mereka bergeser. Kami didik persis di tepi Sungai Subayang," ucap Kombes Eko Budhi Purwono.
Eko menambahkan bahwa para pemuda yang dilatih diharapkan dapat menjadi pendorong kemajuan bagi desa mereka.
"Ada yang sudah bisa keluar dari desa itu sendiri, namun tidak harus keluar, tapi nanti suatu saat anak yang keluar ini menjadi motivator buat desanya, 'eh dulu saya udah dididik di sini, sama pemerintah, tidak berbiaya' nanti dia secara snowball, nanti bisa mengajak adiknya, kawan-kawannya, yuk joint di sana," jelas Kombes Eko Budhi Purwono.
Ia juga mendirikan Green Policing Academy untuk menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini kepada para siswa.
"Niat Green Policing adalah kembali menghijaukan, tetapi kebesertaan kebersamaan masyarakat untuk menjaga itu, tidak paham kalau kita bicara saja, tapi mereka harus kita masuk melalui memperkenalkan dan kebersamaan bersama pemerintah, sehingga mereka menjadi agent betul, untuk dirinya dan masyarakat sekitarnya, 'nggak usah lagi, Bang, udah menjadi paru-paru dunia yang Indonesia punya'," ujar Kombes Eko Budhi Purwono.
Penghargaan Polisi Inovatif diraih oleh Brigadir Renita Rismayanti yang membuat sistem basis data kriminal terintegrasi saat bertugas dalam misi MINUSCA PBB di Afrika Tengah periode 2023–2024.
"Awal penugasan saya, setelah saya tiba di negara tersebut, saya diperkenalkan dengan negara yang masih banyak sekali terjadi konflik di sana. Jadi berbeda sekali dengan negara kita Indonesia," kata Brigadir Renita Rismayanti.
Inovasi tersebut berhasil mengubah sistem pencatatan manual menjadi peta kejahatan real-time yang terhubung ke UNPOL.
"Chief Section saya mempunyai ide untuk mengotomatisasikan register tersebut ke platform yang sudah dimiliki UN. Namun platform tersebut belum sempurna, kemudian dibentuklah UNPOL Case Management, setelah platform tersebut terbentuk, pekerjaan kita sangat terbantu, kemudian kita bisa generate statistik-statistik yang diperlukan oleh atasan di misi dengan cepat dan juga real time," tutur Brigadir Renita Rismayanti.
Selain platform PBB, Renita memigrasi data kriminal lokal untuk membantu penangkapan pelaku kejahatan.
"Saya juga handle sebuah proyek besar dari MINUSCA yaitu instalasi database untuk polisi lokal di sana. Sebelumnya polisi lokal di sana belum memiliki database kriminal sama sekali. Sehingga masih banyak pelaku kriminal yang belum ditangkap dan masih berkeliaran di masyarakat sekitar," tutur Brigadir Renita Rismayanti.
Renita menambahkan bahwa pemetaan area rawan juga dibuat guna mempermudah patroli pasukan.
"Lalu kita kita membuat hot spot map yang isinya adalah titik-titik yang paling kriminogen di sana yang nantinya untuk membantu personel PBB yang lain dalam melakukan patroli," imbuh Brigadir Renita Rismayanti.
Kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman diberikan kepada Kasat Samapta Polres Nduga Iptu Motalip Litiloly atas pendekatan humanisnya meredam konflik di Papua sejak 2012.
"Waktu kami penugasan di Nduga itu kan dari tahun 2012, pada saat itu ada kejadian salah satu anggota DPRD Fraksi PAN meninggal 10 Juni 2012, kalau nggak salah," kata Iptu Motalip Litiloly.
Sementara itu, AKP Siti Elminawati dianugerahi penghargaan Polisi Pelindung Perempuan, Anak dan Kelompok Rentan atas keberhasilannya mengungkap berbagai kasus kekerasan di Sulawesi Tengah.
"Kasus persetubuhan anak (oleh) 11 orang yang melakukan dan itu menjadi trending topic pada saat itu, alhamdulillah saya yang menangani. Itu juga komunikasi dengan korban agak sulit tapi saya berusaha untuk kedekatan secara emosional sehingga saya bisa mendapatkan korban itu sendiri," ungkap AKP Siti Elminawati.
Siti menegaskan penanganan hukum tetap berjalan tegas tanpa memandang latar belakang adanya unsur transaksional.
"Bahwa hal tersebut terjadi 11 orang itu, mohon maaf, itu ada transaksional, tapi kita tidak melihat bahwa anak ini ada transaksional ada kebutuhan A-B-C, tapi kita melihat anak yang berusia di bawah 18 tahun, apapun ceritanya itu tidak diperbolehkan orang dewasa melakukan persetubuhan terhadap anak tersebut," jelas AKP Siti Elminawati.
Seorang warga Palu pengusul nominasi, Dewi, memberikan kesaksian terkait kepedulian Siti terhadap para korban.
"Beberapa kasus juga seperti tidak punya anggaran untuk pulang padahal kasusnya cukup jauh, dari Parigi, dari kabupaten, itu Bu Siti sampai membantu untuk biaya transportasi. Beliau juga melihatkan sisi kemanusiaan untuk pemulangan," kata Dewi.
Kategori Polisi Berintegritas diberikan kepada Kepala SPN Polda Kepulauan Bangka Belitung Kombes Norul Hidayat atas komitmennya menghapuskan pungli di lembaga pendidikan kepolisian.
"Pertama yang saya lakukan di SPN itu istilahnya menghapus pungli terlebih dahulu, jadi pungli kepada peserta didik kita hapuslah sama sekali, kalau bahasa saya kita zero-kan di situ," kata Kombes Norul Hidayat.
Kombes Norul menegaskan pentingnya menanamkan moral dan kedisiplinan sejak masa pendidikan.
"Kalau di dalam lembaga pendidikannya sendiri sudah diajarkan yang tidak baik pasti nanti dia balas dendam nanti kepada masyarakat. Jadi di situ pungli kita hapuskan," ucap Kombes Norul Hidayat.
Langkah penanganan yang dilakukannya berfokus pada transparansi pengelolaan keuangan anggaran.
"Memang transparansi, jadi inti dari sebuah pungli itu implementasinya adalah kita harus transparan masalah penggunaan keuangan. Anggaran yang didapat oleh SPN kita sampaikan betul kepada para orang tua, kepada para peserta didik, ini loh dapat ini, dapat ini, dari transparan itu kita akan mendapatkan feedback," ucap Kombes Norul Hidayat.
Fasilitas layanan pengaduan turut dibuka guna memantau pemenuhan hak peserta didik secara berkala.
"Kita juga membuat laporan pengaduan, umpamanya ada keluhan, umpamanya dari makan, seharusnya telurnya utuh menjadi separo, kita membuat laporan seperti itu. Setiap berapa periode tertentu kita cek, apa yang kamu dapat, ATK (alat tulis kantor) dan lain sebagainya," ujar Kombes Norul Hidayat.
Ia menekankan bahwa keteladanan tenaga pendidik menjadi cermin utama karakter hasil didik kepolisian.
"Karena ada filosofi bahwa kalau pengen melihat perilaku polisi itu harus dilihat dari perilaku masyarakatnya. Di dalam lembaga pendidikan kita harus bisa melihat perilaku gurunya, gurunya seperti apa ya itu nanti hasil didiknya, jadi karakter guru harus betul-betul saya tanamkan," jelas Kombes Norul Hidayat.