Hotel Mewah Berkonsep Arsitektur Tak Terlihat Menjamur di Gurun Namibia

Share

Bangunan hotel mewah di kawasan Gurun Namibia, Afrika bagian selatan, kini dirancang menyatu dengan bentang alam sekitar. Pendekatan arsitektur ini membuat keberadaan bangunan nyaris tidak terlihat di antara bukit pasir dan batuan granit. Konsep yang dikenal sebagai invisible architecture atau arsitektur tak terlihat ini meminimalkan dampak visual bangunan.

Langkah tersebut bertujuan menjaga ekosistem alam agar tetap mendominasi kawasan gurun, seperti dilansir dari Detik iNET. Penerapan desain unik ini dapat dilihat pada Shipwreck Lodge yang berlokasi di Skeleton Coast National Park. Bentuk kabin hotel tersebut dibuat menyerupai bangkai kapal yang terdampar di pesisir pantai.

Material bangunan memanfaatkan kayu berwarna kusam yang menyerupai kayu lapuk akibat terpaan angin laut. Struktur kayu ini dirancang agar mudah dibongkar ketika izin penggunaan kawasan telah berakhir.

Metode serupa juga diterapkan pada penginapan Onduli Enclave di wilayah Damaraland. Bangunan penginapan ini berdiri di atas singkapan granit dengan atap kemerahan yang menyesuaikan warna batuan sekitar. Struktur Onduli Enclave ditopang oleh tiang-tiang khusus atau pilotis. Teknik ini membuat bangunan tampak mengambang di atas tanah tanpa mengubah kontur alami bentang alam.

Manfaat Bahan Lokal dan Biomimikri

Para arsitek menerapkan prinsip biomimikri serta desain kontekstual dalam merancang penginapan ini. Inspirasi desain diambil langsung dari kondisi geologi, topografi, dan karakteristik ekosistem setempat. Material bangunan sebagian besar diperoleh dari kawasan sekitar, seperti batu calcrete dan kayu pohon mati. Penggunaan bahan lokal ini dinilai efektif mengurangi jejak karbon dari proses pengangkutan barang.

Pemanfaatan material alami dan warna lingkungan juga membantu menjaga kestabilan suhu di dalam ruangan. Penyerapan serta pelepasan panas menjadi lebih optimal di tengah kondisi iklim gurun yang ekstrem. Penerapan arsitektur tak terlihat kini makin diminati pada proyek di kawasan konservasi dan pegunungan. Pendekatan modern ini membuktikan bahwa pembangunan fisik dapat berjalan selaras tanpa merusak kelestarian alam.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author