Delapan Mahasiswa Korsel Ditahan usai Terobos Pangkalan Militer AS

Share

Delapan mahasiswa Korea Selatan yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Progresif Korea ditahan kepolisian setelah berupaya menerobos masuk secara ilegal ke Pangkalan Udara Osan milik militer Amerika Serikat pada Selasa (4/8/2026), seperti dilansir dari Detikcom. Aksi menerobos markas Angkatan Udara AS yang berjarak sekitar 50 kilometer di selatan Seoul tersebut dilakukan di tengah unjuk rasa menentang keberadaan militer AS di kota Gwangju. Berdasarkan laporan kantor berita Yonhap, sebanyak enam mahasiswa sempat memasuki area pangkalan udara sembari meneriakkan slogan anti-AS, sementara dua mahasiswa lainnya berhasil dicegat petugas di gerbang utama.

Pihak militer AS memberikan konfirmasi resmi mengenai insiden penahanan para pengunjuk rasa tersebut di area instalasi militer mereka.

"Pihak militer menyerahkan mereka kepada Kepolisian Nasional Korea, yang kini menahan mereka dan sedang menjalankan prosedur penyelidikan yang semestinya," demikian pernyataan militer AS. Menanggapi penyerahan tersebut, pihak Kepolisian Korea Selatan membenarkan status penahanan para mahasiswa, namun menyatakan bahwa para pengunjuk rasa memilih bungkam selama proses pemeriksaan.

Di sisi lain, Serikat Mahasiswa Progresif Korea mengecam kehadiran pangkalan militer AS yang dinilai mengganggu rencana pembangunan klaster industri chip di Gwangju. Area Gwangju rencananya dijadikan pusat manufaktur baru bernilai 800 triliun Won bagi Samsung Electronics dan SK Hynix. Pihak kepresidenan Korea Selatan dan pemerintah Washington telah memulai konsultasi terkait relokasi bandara militer di area tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author