Warga Gaza Gelar Pemakaman Massal Korban Serangan Israel

Share

Ribuan warga memadati Gaza City pada Rabu (5/8/2026) untuk melangsungkan pemakaman massal bagi 112 korban tewas akibat serangan Israel di kawasan perumahan pada akhir 2023, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Seluruh korban merupakan anggota klan Abu Sharia dan Hassayna yang jenazahnya baru berhasil dievakuasi setelah pencarian selama dua minggu di bawah reruntuhan kawasan Sabra, Gaza City. Serangan udara itu sendiri melanda permukiman mereka pada 22 November 2023.

Dari total korban yang dievakuasi, tercatat sebanyak 44 anak-anak, 38 perempuan, dan tujuh penyandang disabilitas meninggal dunia. Jenazah korban dibariskan secara rapi dengan selubung bendera Palestina sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Prosesi tersebut tercatat sebagai salah satu pemakaman terbesar yang pernah digelar di wilayah Gaza sejak eskalasi konflik meluas.

Seorang pelayat memberikan kesaksiannya saat menghadiri prosesi penguburan anggota keluarganya tersebut.

"Saya pikir ini adalah perasaan yang seharusnya [dirasakan], perasaan sedih, duka, dan kehilangan," kata Ali Abu Sharia.

Proses evakuasi yang memakan waktu lama sempat menunda penanganan jenazah para korban di lokasi kejadian.

"Setelah kami berhasil menemukan dan menguburkan mereka, mungkin kami bisa sedikit lega meskipun masih merasakan sakit kehilangan dan semua yang masih kami alami," tambah Ali Abu Sharia.

Gempuran pada November 2023 itu terjadi enam minggu pascaserangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober, yang menyebabkan 1.200 orang tewas dan 251 orang disandera. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat setidaknya 73.377 orang tewas di wilayah tersebut sejak awal konflik berlangsung.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author