BISA Project Mendampingi Ratusan Pelajar Masuk Perguruan Tinggi

Share

Salam Setara bersama Kitabisa menginisiasi BISA Project untuk membantu lulusan sekolah menengah melanjutkan ke perguruan tinggi melalui pendampingan komprehensif, dilansir dari Detik iNET. Langkah ini merespons data Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang mencatat sekitar 1,9 juta lulusan sekolah menengah di Indonesia tidak kuliah setiap tahunnya.

Program ini memadukan beasiswa, pembelajaran digital, bimbingan belajar, mentoring kelompok kecil, konsultasi akademik, hingga pengembangan karakter. Sejak diluncurkan pada 2024, BISA Project telah mendampingi 623 pelajar dari 26 provinsi. Sebanyak 540 peserta di antaranya berhasil masuk perguruan tinggi, dengan 84 persen diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan separuhnya menembus 20 perguruan tinggi terbaik versi Webometrics. Sementara pada Batch 3 tahun 2026, sebanyak 401 dari 495 peserta berhasil lolos seleksi perguruan tinggi.

Direktur Eksekutif Salam Setara Ahmad Mujahid menjelaskan bahwa perluasan akses pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan biaya.

"Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ketika masih ada anak muda yang gagal melanjutkan pendidikan karena keterbatasan akses, maka itu menjadi panggilan bagi kita semua untuk menghadirkan solusi. Melalui BISA Project, kami ingin memastikan semakin banyak generasi muda memiliki kesempatan yang setara untuk meraih pendidikan tinggi," kata Ahmad Mujahid, Direktur Eksekutif Salam Setara.

Dampak pendampingan ini dirasakan langsung oleh penerima manfaat, salah satunya Uji Sandi yang sempat pesimistis karena keterbatasan biaya bimbingan belajar. Berkat pendampingan akademik program ini, ia berhasil lolos ke Program Studi Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Kita memang tidak bisa memilih terlahir dari latar belakang seperti apa, tetapi kita selalu bisa memilih untuk berhenti atau terus melangkah," kata Uji Sandi, Penerima Manfaat BISA Project.

Jangkauan program turut diperluas bagi masyarakat umum melalui BISA Future Fest 2026 pada 24–27 Juli 2026 di Jakarta. Acara tersebut diisi talkshow dan workshop bersama Pandji Pragiwaksono, Andovi da Lopez, serta pegiat pendidikan, sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, lembaga filantropi, dan sektor swasta.

Dukungan terhadap kolaborasi ini juga ditegaskan oleh pihak kementerian.

"Pendidikan adalah hak setiap warga negara, dan untuk mewujudkannya mutlak diperlukan kolaborasi dari banyak pihak," kata Arif Jamali Muis, Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author