Pemerintah Purwakarta Salurkan 247 Ribu Liter Air Bersih Hadapi Kekeringan
Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyalurkan 247.000 liter air bersih untuk membantu warga terdampak kekeringan di wilayahnya. Jumlah warga yang mengalami krisis air bersih tercatat mencapai 27.719 jiwa dari 8.780 keluarga.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta, dampak kekeringan tersebar di sembilan kecamatan dengan Kecamatan Tegalwaru sebagai yang paling parah terdampak. Wilayah lain yang terdampak meliputi Kecamatan Bungursari, Bojong, Maniis, Plered, Pondoksalam, Babakancikao, Wanayasa, dan Pasawahan.
Kepala Pelaksana BPBD Purwakarta, Heryadi Erlan, mengatakan, "Sejauh ini, pemerintah hanya bisa menyalurkan bantuan air bersih tapi wilayah yang terdampak semakin lama akan semakin meluas (apabila tidak turun hujan)." Penyaluran air bersih dilakukan menggunakan kendaraan tangki kepada 14 desa dan kelurahan yang terdampak.
Camat Tegalwaru, Endang Saepudin, menyatakan Desa Batutumpang merupakan wilayah paling terdampak kekeringan tahun ini. "Warga hanya mengandalkan bantuan dari BPBD, Palang Merah Indonesia, PDAM, dan pihak swasta atau perorangan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa Bupati Purwakarta berencana membuka jaringan pipa PDAM ke wilayah tersebut untuk mengatasi masalah kekeringan.
Endang juga menyebutkan bahwa PDAM saat ini hanya menyediakan tempat penampungan air yang rutin diisi secara manual. Selain sembilan kecamatan terdampak, Desa Cibinong di Kecamatan Jatiluhur dekat Waduk Djuanda juga mengalami kekurangan air.
Dari pemantauan di Tanggul Kayat atau Ubrug, ketinggian air waduk menunjukkan penurunan signifikan. Warga memanfaatkan wilayah dasar waduk yang kering untuk menanam singkong, jagung, ubi, dan kacang tanah.