Fenomena Gerhana Matahari Total Lintas Spanyol dan Pasifik pada 2026
Fenomena astronomi langka Gerhana Matahari Total diproyeksikan bakal melintasi wilayah Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, hingga Spanyol pada Rabu, 12 Agustus 2026. Peristiwa bersejarah ini menandai pertama kalinya dalam lebih dari satu abad daratan utama Spanyol kembali dilintasi jalur totalitas.
Puncak gerhana matahari total diperkirakan terjadi pada pukul 17.46 UTC atau Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 00.46 WIB. Lintasan fenomena ini dimulai dari dekat Kutub Utara lalu bergerak ke selatan menempuh jarak sekitar 8.260 kilometer dalam durasi satu setengah jam.
Durasi totalitas terlama mencapai dua menit 18 detik di lepas pantai barat Islandia sebelum bayangan bulan bergerak menuju Portugal dan Spanyol. Pemandangan ini bertepatan dengan puncak hujan meteor serta parade enam planet.
Sayangnya, masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan peristiwa ini karena posisi geografis yang berada di bawah horizon saat gerhana berlangsung. Sejumlah wilayah di Eropa, Afrika Utara, dan Amerika Utara hanya dapat menikmati gerhana matahari sebagian.
Peristiwa pada 2026 ini menjadi pembuka bagi rangkaian fenomena berikutnya, termasuk gerhana matahari total di Dunedin, Selandia Baru pada 22 Juli 2028. Kota tersebut menjadi magnet wisatawan karena berada tepat di garis tengah jalur totalitas.
Meski peristiwa di Selandia Baru baru berlangsung dua tahun mendatang, seluruh fasilitas akomodasi dan hotel di Kota Dunedin dikonfirmasi telah habis terjual. Masyarakat Astronomi Dunedin memproyeksikan sekitar 50.000 pengunjung bakal membanjiri kota tersebut.
Perwakilan Masyarakat Astronomi Dunedin memberikan rincian terkait alur perjalanan bayangan bulan yang akan melintasi wilayah tersebut.
"Jalur gerhana dimulai dari Samudra Hindia, melintasi Australia tengah di utara Alice Springs, melewati Sydney, lalu menyeberang ke kawasan utara Milford Sound, Queenstown, Central Otago, hingga berakhir di Dunedin," jelas Hurley.
Fenomena di Dunedin diperkirakan menyelimuti kota dalam kegelapan pekat selama 2 menit 51 detik pada pukul 16.17 waktu setempat. Pemerintah kota menyambut momen ini secara khusus karena berlangsung delapan hari setelah peringatan Matariki atau Tahun Baru Māori.