Menteri Keuangan AS Optimis Kesepakatan Buka Selat Hormuz dengan Iran
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyatakan optimisme bahwa AS dapat mencapai kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang berperan penting dalam jalur perdagangan energi dunia, dalam waktu dekat. Dalam wawancara dengan CNBC pada Selasa, Bessent menyebut kemungkinan tercapainya kesepakatan hari ini atau besok untuk membuka selat tersebut dan mengarah ke kondisi yang lebih normal dalam konflik AS-Iran, dilansir dari Detikcom. Bessent menambahkan bahwa kesepakatan ini akan menjamin kebebasan bergerak di Selat Hormuz tanpa membebankan biaya tol pada pengiriman yang melintasinya.
"Saya pikir itu akan menjadi kebebasan bergerak," ujar Bessent.
Pernyataan ini mengikuti sikap Presiden AS Donald Trump yang pada Senin menegaskan bahwa jalur air strategis tersebut dapat dibuka kembali dalam beberapa jam, setelah menarik ancaman serangan militer besar terhadap Iran. Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya negosiasi dengan Washington, sementara sebuah proyektil tak dikenal menghantam kapal kargo di wilayah Selat Hormuz, sebagai titik ketegangan utama dalam konflik AS-Iran.
Bessent juga menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan dapat menstabilkan harga energi global, mengingat ratusan kapal sedang menunggu untuk berlayar melalui Selat Hormuz. "Meskipun situasinya masih agak genting dalam beberapa hari terakhir, kami telah melihat cukup banyak kapal yang berlayar bahkan sekarang," ujar Bessent.
"Jadi, saya memperkirakan harga energi akan kembali stabil, yang, seperti yang saya katakan, akan baik untuk seluruh dunia," tambahnya. Presiden Trump sebelumnya membatalkan rencana serangan militer untuk membuka ruang diplomasi pada Minggu (2/8), namun tetap menekan Iran hingga tercapai kesepakatan atau penyerahan total. Trump mengatakan keputusan tersebut diambil setelah permintaan dari beberapa sekutu di Timur Tengah dan menyebut kerangka kesepakatan mencakup pembukaan penuh Selat Hormuz serta penghapusan ancaman nuklir dari Iran.
"Berdasarkan permintaan tersebut, saya setuju membatalkan serangan demi masa depan dunia dan demi kelangsungan Iran yang sukses dan makmur, selama kesepakatan dapat segera dicapai," ujar Trump.