Pilot Malaysia Airlines Ditangkap di Bandara Soekarno Hatta Terkait Narkoba
Aparat Bea Cukai Soekarno Hatta menggagalkan upaya penyelundupan puluhan kilogram narkotika yang melibatkan seorang pilot maskapai Malaysia Airlines. Dikutip dari Detikcom, rekaman CCTV yang diunggah Direktorat Jenderal Bea Cukai memperlihatkan detik-detik penangkapan warga negara Malaysia tersebut di area pemeriksaan bandara.
Penindakan ini bermula dari kecurigaan petugas terhadap citra mesin X-ray saat memindai koper milik sang pilot. Dalam penggeledahan, ditemukan lebih dari 70.100 butir pil ekstasi seberat 26 kilogram serta empat gram metamfetamin atau sabu yang disembunyikan di bawah tumpukan pakaian.
Kutipan video pengawasan tersebut mengonfirmasi upaya manipulasi tes medis yang dilakukan oleh tersangka saat proses penahanan.
"Petugas turut mengamankan botol kecil berisi urine yang diduga digunakan untuk memalsukan tes urine," demikian tertulis dalam video tersebut.
Pihak otoritas mengungkapkan bahwa penerbangan MH727 rute Kuala Lumpur menuju Jakarta tersebut diawasi ketat usai mendarat. Hasil pemeriksaan laboratorium mengindikasikan bahwa pilot berinisial MS itu mengemudikan pesawat Boeing 737-800 berkapasitas 182 penumpang dalam keadaan terpengaruh obat-obatan terlarang.
Konferensi pers bersama Bareskrim Polri dan Bea Cukai memaparkan peran serta modus operandi yang digunakan pelaku untuk menembus pengawasan bandara.
"Jadi perkiraan kami, yang sabu tersebut adalah untuk dipakai yang bersangkutan. Sementara ekstasi inilah yang nanti akan disebarluaskan di Indonesia," kata Hengky Tomuan Parlindungan Aritongan dari Bea Cukai.
"Dan dari hasil pemeriksaan tes urin, ternyata positif memakai sabu, ineks dan kokain. Jadi pas saat terbang, itu sedang memakai," tambahnya.
Sistem layanan bagasi khusus awak kabin dimanfaatkan oleh tersangka untuk mengelabui petugas perbatasan. Penyidik unit kejahatan narkotika Kepolisian Indonesia menemukan fakta bahwa MS telah tiga kali mencoba mengedarkan barang haram tersebut ke beberapa wilayah, termasuk Sabah.
Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengaku tergiur imbalan sebesar 50.000 Ringgit Malaysia dari seorang bandar untuk membawa kurir narkoba ke Jakarta. Saat ini kepolisian mengintensifkan pengejaran terhadap jaringan internasional yang mengendalikan aksi tersebut.
"Para tersangka diyakini masih berada di wilayah Jakarta. Kami bekerja sama dengan Bea Cukai dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengungkap jaringan yang tersisa," kata Awaludin Amin dari kepolisian Indonesia kepada wartawan.
Menanggapi insiden ini, manajemen Malaysia Airlines menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh seluruh proses hukum yang sedang berjalan di Indonesia.
"Malaysia Airlines akan bekerja sama penuh kepada pihak berwenang terkait sesuai dengan semua hukum dan peraturan yang berlaku," kata pernyataan yang dirilis pada hari Jumat yang dikutip dari sejumlah media lokal di Malaysia.
Sementara itu, Agensi Kawalan dan Perlindungan Sempadan Malaysia (AKPS) tengah mengevaluasi prosedur pemeriksaan di Bandara Kuala Lumpur guna mengetahui penyebab lolosnya koper tersangka.
"Kami menunggu tanggapan dari polisi agar kami dapat mempelajari bagaimana dia bisa melewati pemeriksaan tanpa terdeteksi," kata Datuk Seri Mohd Shuhaily Mohd Zain dari AKPS.
"Jika polisi melihat ada kecurangan yang dilakukan oleh petugas saya, maka kami akan melakukan penyelidikan menyeluruh," katanya kepada wartawan.