Pakar UGM Tegaskan Olahraga Penting Atasi Risiko Duduk Lama dan Scrolling

Share

Kebiasaan duduk berjam-jam sambil scrolling media sosial dapat mengganggu kesehatan otak, kata dr. Zaenal Muttaqien Sofro, dosen Fisiologi FK-KMK UGM.

Dr. Zaenal menegaskan bahwa otak manusia membutuhkan sekitar 20 persen oksigen dari seluruh tubuh, sehingga kelancaran aliran darah dan oksigen menjadi kunci menjaga fungsi otak tetap optimal.

Masalah utama bukan aktivitas scrolling itu sendiri, melainkan posisi duduk terlalu lama yang membuat darah menumpuk di bagian bawah tubuh akibat gravitasi.

"Otak manusia membutuhkan sekitar 20 persen dari seluruh oksigen yang digunakan tubuh. Oleh karena itu, kata kunci pertama untuk menjaga kesehatan otak adalah oksigen," ujar dr. Zaenal.

Ia menjelaskan bahwa saat seseorang berdiri tiba-tiba setelah berbaring, aliran darah ke otak bisa berkurang hingga 60 persen karena efek gravitasi.

Untuk menghindari gangguan aliran darah, ia menyarankan tidak langsung berdiri dari tempat tidur. Langkah aman yang dianjurkan adalah berbaring miring selama 30 detik, duduk perlahan selama 30 detik, lalu berdiri sambil melakukan gerakan jinjit sekitar delapan kali untuk memompa darah ke otak kembali.

Selain itu, dr. Zaenal mengimbau agar durasi duduk dibatasi maksimal satu jam. Setelah itu, disarankan berdiri, berjalan, atau melakukan peregangan ringan selama dua menit.

"Masalah utamanya bukan semata-mata aktivitas scrolling, tetapi karena posisi duduk yang terlalu lama membuat darah lebih banyak berkumpul di bagian bawah tubuh akibat gravitasi," tegasnya.

Dalam konteks olahraga, dr. Zaenal mengingatkan pentingnya dosis dan jenis olahraga yang tepat agar berdampak positif bagi kebugaran dan fungsi otak. Olahraga berat setelah makan, misalnya, dapat meningkatkan risiko gangguan jantung hingga kematian mendadak.

"Apabila pusat yang mengatur sistem pencernaan terlalu dominan, misalnya karena seseorang berolahraga setelah makan, maka jantung bisa menjadi tidak optimal sehingga meningkatkan risiko gangguan jantung bahkan kematian mendadak," katanya.

Ia mengusulkan tiga prinsip olahraga untuk menjaga kesehatan otak, yaitu melibatkan otot besar seperti lengan dan kaki, gerakan ritmis dengan irama stabil seperti jalan cepat atau bersepeda, serta rutin dilakukan selama 30-40 menit tanpa berhenti mendadak.

Menurut dr. Zaenal, dengan prinsip tersebut olahraga dapat membantu menjaga kebugaran tubuh sekaligus fungsi otak tetap optimal.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: gaya hidup kesehatan olahraga
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author