Politisi Spanyol Tuduh Israel Picu Kekacauan Migrasi di Ceuta
Ketegangan diplomatik antara Spanyol dan Israel meluas ke media sosial setelah Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon dan Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente saling sindir terkait krisis migrasi di wilayah enclave Ceuta pada Jumat (31/7/2026).
Perselisihan tersebut terjadi di tengah tuduhan para komentator politik Spanyol bahwa Israel berusaha membalas dendam terhadap Madrid atas sikap kritis Spanyol mengenai kebijakan perang di Gaza. Hubungan kedua negara terus memburuk sejak konflik Gaza meletus pada Oktober 2023.
Kritik bermula ketika utusan Israel menyoroti keputusan Madrid yang menetapkan status darurat di Ceuta akibat gelombang migrasi, sambil mengungkit wilayah teritorial Spanyol di Afrika Utara.
"Spanyol, yang tidak pernah melewatkan kesempatan untuk menggurui Israel, telah menyatakan keadaan darurat di Ceuta menyusul krisis atas kebijakan imigrasinya," tulis Danny Danon, Duta Besar Israel untuk PBB.
Pernyataan tersebut disampaikan Danon melalui unggahan di platform media sosial X untuk membalas sikap diplomasi Spanyol.
"Mungkin sebelum terus menggurui kami, inilah saatnya menjelaskan kepada dunia mengapa mereka masih mempertahankan kantong-kantong kolonial di Afrika," tambah Danny Danon, Duta Besar Israel untuk PBB.
Tanggapan singkat kemudian datang dari pemerintah Spanyol untuk merespons tudingan yang dilontarkan diplomat Israel tersebut.
"Yah, semuanya tampaknya menjadi cukup jelas," kata Oscar Puente, Menteri Transportasi Spanyol.
Pernyataan Puente dinilai sebagai respons langsung terhadap kritik Israel di tengah memanasnya perdebatan domestik mengenai peran politik regional. Komentator politik Spanyol Carolina Alonso menuduh Israel berupaya meremehkan pemerintah Spanyol melalui kerja sama dengan Maroko serta kelompok sayap kanan Eropa.
Selain itu, anggota parlemen Spanyol Gabriel Rufian mengaitkan krisis migrasi di Ceuta dengan kepentingan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Selat Gibraltar. Sementara itu, jurnalis Jose Vizner serta komentator Ruben Gisbert mengingatkan kembali klaim historis atas wilayah Ceuta dan Melilla yang dinilai kian intensif sejak Spanyol resmi mengakui negara Palestina pada Mei 2024.