Kemenag Bali Targetkan Operasional Widyalaya Negeri Pertama pada 2027

Share

Kementerian Agama (Kemenag) Bali menargetkan Widyalaya Negeri pertama di Bali dapat mulai beroperasi pada awal tahun 2027.

Program ini menjadi langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan pendidikan agama Hindu yang selama ini belum memiliki sekolah negeri di bawah Kemenag secara langsung di Pulau Dewata.

Data menunjukkan bahwa sekitar 86,7 persen penduduk Bali beragama Hindu, namun belum ada institusi pendidikan agama Hindu yang didanai oleh pemerintah pusat melalui Kemenag di Bali.

Dr. I Gusti Made Sunartha, Kepala Kanwil Kemenag Bali, menjelaskan bahwa Widyalaya Negeri ini diharapkan dapat membangun peradaban modern dengan tetap mempertahankan nilai-nilai agama Hindu.

"Ini belum memiliki satu pun pendidikan yang di bawah Kementerian Agama yang dibiayai oleh Kementerian Agama langsung atau di bawah pemerintah atau pendidikan negeri," ujar Dr. I Gusti Made Sunartha.

Konsep Widyalaya Negeri akan mengintegrasikan berbagai jenjang pendidikan dalam satu lokasi, mulai dari taman kanak-kanak (Pratama Widyalaya), sekolah dasar (Adi Widyalaya), sekolah menengah pertama (Madhyama Widyalaya), hingga sekolah menengah atas atau kejuruan (Uttama Widyalaya).

Lebih lanjut, sistem sekolah ini akan mengusung pola satu atap dan menyediakan fasilitas boarding school bagi siswa yang ingin tinggal di asrama.

"Di sekolah kita berikan dia pengetahuan, baik itu terkait intelektual, keagamaan, sedangkan di pasraman atau di asrama ini kita tingkatkan terkait dengan adatnya, agamanya, seninya dan budayanya," jelasnya.

Kabupaten Jembrana sudah menghibahkan tanah untuk pembangunan Widyalaya Negeri, sementara Kanwil Kemenag Bali juga memiliki lahan di Kabupaten Gianyar yang diproyeksikan sebagai lokasi alternatif.

Proposal pembangunan Widyalaya Negeri telah diserahkan secara resmi ke Menteri Agama Republik Indonesia pada 13 Februari 2026 dan saat ini menunggu tindak lanjut penerbitan izin pendirian.

Dr. I Gusti Made Sunartha menambahkan bahwa pemerintah daerah telah siap mendukung penyediaan tenaga pengajar umum, termasuk guru dari madrasah yang ada di Jembrana siap membantu di Widyalaya Negeri tersebut.

"Awal tahun 2027 harapan saya Widyalaya Negeri ini bisa beroperasi," kata Kepala Kanwil Kemenag Bali.

Selain itu, Bupati Bangli dan Bupati Klungkung juga menunjukkan minat untuk pembangunan Widyalaya di kawasan Nusa Penida sebagai bagian dari pengembangan pendidikan agama Hindu di Bali.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: bali Kemenag Pendidikan
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author