Kepala Regu Damkar Meninggal saat Padamkan Kebakaran di Kramat Jati

Share

Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung, Andriyono, meninggal dunia saat memadamkan kebakaran di TPS liar Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu pagi, 1 Agustus 2026, pukul 07.10 WIB, dilansir dari Detikcom.

Andriyono yang memiliki riwayat penyakit jantung sempat diminta anak buahnya untuk tidak ikut operasi pemadaman. Namun, ia tetap berangkat bersama regunya karena tanggung jawabnya sebagai petugas damkar.

Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan (Gulkarmat) Kota Jaktim, Muchtar, mengatakan, "Memang dia punya riwayat penyakit jantung dia. Kemudian, kebetulan dia posisi sebagai kepala regu, Danru. Anak buahnya sudah ingatkan, karena dia memang belum lama ya dioperasi, dipasang ring ya, belum lama. Anak buah bilang 'Komandan, nggak usah berangkatlah, kita-kita aja'."

Meski demikian, Andriyono tetap melaksanakan tugasnya sebagai kepala regu dan berangkat ke lokasi kebakaran. "Karena dia punya rasa tanggung jawab segala macam sebagainya, dia berangkatlah," ujar Muchtar.

Setibanya di lokasi, Andriyono menjalankan tugas penyalur air dalam regunya, tetapi kemudian kelelahan dan terjatuh. Rekan-rekannya segera memberikan pertolongan dengan melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP), hingga Andriyono kembali sadar dan bisa diajak bicara.

"Upaya-upaya sudah dilakukan oleh teman-teman semua, termasuk ini dilakukan RJP, kemudian udah sadar, ngobrol biasa," kata Muchtar.

Namun sekitar 30 menit setelah sadar, Andriyono mengalami kejang-kejang kembali. RJP kembali dilakukan hingga Andriyono dibawa ke rumah sakit, di mana dokter menyatakan ia telah meninggal dunia.

"Sempat sadar 1 jam. Nah 1/2 jam kemudian mereka, dia langsung kejang-kejang lagi. Lakukan RJP sampai berjalan ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit udah nggak ada," ujar Muchtar.

Kematian Andriyono menjadi duka bagi Sudin Gulkarmat Kota Jaktim dan menjadi pelajaran untuk evaluasi keselamatan kerja petugas damkar. Muchtar menyampaikan akan melakukan konsultasi dan upaya pengadaan obat untuk mengantisipasi serangan jantung susulan bagi petugas di lapangan.

"Besok juga kebetulan ada mau konsultasi ke dokter juga lah karena risiko kerja kita ini kan juga. Nah, kemarin diberi masukan, itu ada semacam tablet apa itu ditaruh di bawah lidah tuh ya. Jadi dia akan cair sendiri, yang dikhawatirkan tadi apa namanya, ada serangan jantung susulan itu," ujar Muchtar.

"Makanya nanti besok saya mau konsultasi, nanti saya akan upayakan permohonan ke Sudin Kesehatan untuk kita apa namanya, ya stok kita di ambulans kita atau nanti di pos-pos segala macam sebagainya," tambahnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Damkar jakarta timur kebakaran
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author