BPK Terapkan Sistem Audit Berbasis AI Mulai 2027 di Jakarta

Share

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berencana menerapkan sistem audit berbasis kecerdasan buatan yang dinamakan Artificial Intelligence Forecast Audit (AIFOR) mulai tahun 2027 di Jakarta. Sistem ini bertujuan memperbaiki cara pemeriksaan laporan keuangan kementerian dan lembaga.

Sistem AIFOR akan mengubah proses audit konvensional yang selama ini mengandalkan sampling menjadi audit yang menyerap penilaian dan masukan dari berbagai pihak, termasuk akademisi dan pemangku kepentingan, sebelum pemeriksaan dilakukan.

Nyoman Adhi Suryadnyana, Anggota I dan Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara I BPK, menjelaskan, "Tahun depan Bapak-Ibu sekalian, kita akan mencoba sistem yang namanya AIFOR. Artificial Intelligence Forecast Audit."

Menurut Nyoman, audit yang dilakukan tidak hanya fokus pada sampling dan kedalaman pemeriksaan, tetapi sudah melalui proses yang melibatkan berbagai penilaian untuk menghasilkan laporan yang telah teruji dan komprehensif.

"Jadi audit yang kami berikan ke Bapak-Ibu sekalian bukan hanya masalah sampling dan kedalamannya saja, tapi sudah proven. Sudah memasukkan pendapat dan penilaian mulai melibatkan banyak akademisi dan lain sebagainya," ujar Nyoman.

Lebih lanjut, Nyoman menyatakan bahwa sistem ini juga akan menilai kualitas rekomendasi yang dikeluarkan BPK, sekaligus menilai kinerja internal BPK dalam memberikan rekomendasi.

"Kami juga akan menghasilkan outcome, salah satu outcome-nya adalah menilai apakah rekomendasi kita kualitasnya juga semakin naik, semakin naik. Jadi bukan hanya mengaudit Bapak-Ibu dan memberikan rekomendasi tapi kita juga akan menilai diri kita sendiri," tambahnya.

Nyoman menegaskan bahwa teknologi AI hanya alat bantu dan tidak dapat menggantikan etika, integritas, dan kepemimpinan manusia dalam pengambilan keputusan.

"Apa pun itu, mau teknologi digital, mau internet, bahkan mau artificial intelligence itu adalah tools. Adalah alat bantu. Dia tidak bisa menggantikan etika, dia tidak bisa menggantikan integritas, dia tidak bisa menggantikan leadership," tegas Nyoman.

Selain itu, BPK mengharapkan setiap hasil pemeriksaan dapat ditindaklanjuti oleh kementerian dan lembaga untuk mendorong perbaikan tata kelola yang sistemik dan berdampak nyata.

"Perbaikan ini kami harapkan menjadi perbaikan yang sistemik dan berdampak kepada kementerian dan lembaga yang Bapak-Ibu pimpin," ujar Nyoman saat konferensi pers di Gedung Imipas, Jakarta Selatan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author