Undana Selidiki Dugaan Depresi Mahasiswi Akibat Perubahan Dosen Penguji
Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang mendalami fakta kasus mahasiswi berinisial JS yang dirawat di rumah sakit akibat penurunan kondisi fisik dan mental, setelah diduga mengalami depresi akibat pergantian dosen penguji secara mendadak menjelang ujian, dilansir dari Detikcom. Dukungan terhadap mahasiswi semester 10 yang telah lulus ujian proposal tersebut mengalir dari pihak rektorat hingga Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto melalui panggilan video saat kunjungan Rektor Undana Prof Dr Ir Jefri S Bale pada Sabtu (1/8/2026). Rektor Undana menegaskan bahwa fokus utama pihak universitas saat ini adalah memulihkan kesehatan fisik maupun mental mahasiswi FKM tersebut.
"Kami sampaikan agar fokus dulu pada pemulihan kesehatannya. Soal kelanjutan studi dan hak akademiknya, kampus menjamin akan dipenuhi sepenuhnya," kata Rektor Undana, Prof Dr Ir Jefri S Bale, ST, MEng.
Ia menyampaikan bahwa kondisi mahasiswi tersebut telah menunjukkan perkembangan positif selama menjalani perawatan intensif. "Walau masih butuh perawatan medis lanjutan, kabar perkembangan ini menjadi penyemangat bagi kita semua," ungkap Prof Dr Ir Jefri S Bale, ST, MEng.
Rektorat dan pihak fakultas berjanji akan mengawal langsung proses penyelesaian tugas akhir JS setelah pulih, serta mengevaluasi prosedur bimbingan di lingkungan kampus. Sementara itu, pihak rektorat menegaskan tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran etika dan meminta masyarakat memberikan waktu bagi tim internal untuk mengumpulkan data yang akurat.
"Prinsipnya Undana zero tolerance. Tidak ada toleransi untuk kekerasan atau pelanggaran dalam bentuk apa pun di kampus. Kami sedang mendalami seluruh fakta agar informasi yang keluar benar-benar akurat," jelas Wakil Rektor IV Undana, Prof Philiphi de Rozari.
Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana juga telah menyiapkan pendampingan psikologis lanjutan dari program studi Psikologi setelah kondisi pasien membaik. Dekan FKM Undana menjelaskan proses klarifikasi masih berjalan karena salah satu dosen penguji sedang berduka dan dosen pembimbing sedang berada di luar daerah, serta menekankan asas keadilan bagi semua pihak.
"Baik mahasiswa maupun dosen mendapatkan perlakuan yang sama," ungkap Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana, Prof Apris Adu pada jumpa pers Jumat (30/7/2026).