Induk Lumba-Lumba di Australia Barat Bawa Anak Mati Dikelilingi Kawanan

Share

Seekor induk lumba-lumba hidung botol bernama Fraggle terlihat membawa jasad anaknya yang mati di Muara Leschenault, Australia Barat, dikelilingi oleh sekitar 14 lumba-lumba lain yang diduga mendampingi selama masa berkabung, dilansir dari Detik Travel.

Bayi lumba-lumba tersebut baru lahir sekitar dua minggu sebelum kejadian dan menjadi anak keempat Fraggle yang meninggal secara beruntun. Para peneliti khawatir kelahiran di musim dingin menjadi tantangan besar bagi kelangsungan hidup bayi lumba-lumba, yang terbukti saat laju pernapasan bayi meningkat sebelum akhirnya mati.

Tim peneliti dari Geographe Marine Research mengungkapkan, "Mengetahui bahwa memiliki anak saat musim dingin akan menjadi tantangan besar untuk bertahan hidup, kami tetap berharap ia punya kesempatan menjadi induk lagi. Kini ia telah kehilangan empat anak terakhirnya."

Peneliti menjelaskan perilaku membawa jasad anak adalah bentuk proses duka pada mamalia laut, namun induk harus melepaskan jasad tersebut agar bisa bertahan hidup.

"Lumba-lumba akan membawa anaknya yang telah mati selama masa berkabung yang bisa berlangsung beberapa hari. Pada akhirnya ia harus melepaskannya agar bisa kembali mencari makan dan bertahan hidup. Saat itu akan segera tiba," kata tim peneliti.

Kehadiran kawanan lumba-lumba lain yang mengelilingi Fraggle menarik perhatian peneliti. Beberapa lumba-lumba dari laut lepas bahkan bergabung dengan kelompok penghuni muara untuk menemani induk yang sedang berduka.

"Tampaknya beberapa teman Fraggle dari laut lepas bergabung dengan lumba-lumba yang tinggal di muara untuk berkabung bersamanya. Ini menunjukkan kuatnya ikatan keluarga yang mereka miliki," ujar peneliti.

Muara Leschenault adalah habitat bagi sebagian kecil populasi lumba-lumba hidung botol, sehingga angka kelahiran dan tingkat kelangsungan hidup bayi lumba-lumba di wilayah ini relatif rendah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author