KAI Daop 1 Jakarta Melarang Penggunaan Lahan Tidur Menteng Untuk Sepak Bola
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta tidak memberikan izin penggunaan lahan tidur di area ruang milik jalur kereta api (ROW) kawasan Menteng, Jakarta Pusat, sebagai lokasi turnamen sepak bola warga bertajuk Liga Aspal, Minggu (2/8/2026).
Langkah pencegahan ini diambil mengingat lokasi pertandingan darurat yang dikelola karang taruna setempat tersebut berada sangat dekat dengan lintasan kereta api aktif. Sebagai bentuk pendekatan sosial, pihak manajemen KAI terus menjalin komunikasi dengan penyelenggara guna memberikan pemahaman terkait bahaya aktivitas di dekat rel, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Kita sudah komunikasi dengan ketua karang tarunanya atau panitianya. Kita terus lakukan edukasi-edukasi agar tidak melakukan kegiatan di ROW. Mudah-mudahan mereka menjadi paham," ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo.
Penyelenggaraan kegiatan olahraga di fasilitas milik negara tersebut disarankan agar memperoleh perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. KAI secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk mendukung kegiatan kesehatan masyarakat melalui penyaluran bantuan sarana olahraga di lokasi yang aman.
"Saya kira Liga Aspal yang dilakukan oleh warga seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah setempat. Kalau KAI diminta sumbangsih peralatan olahraga, kita siap untuk berpartisipasi, karena KAI pun sangat peduli terhadap kesehatan atau perilaku sehat dari masyarakat," tutur Franoto.
Aspek keamanan perjalanan kereta api serta keselamatan jiwa masyarakat di sekitar jalur lintasan menjadi alasan utama pelarangan seluruh bentuk kegiatan warga di area steril tersebut.
"KAI tidak mau ada nyawa yang melayang sia-sia karena ada aktivitas warga yang berada di dekat rel KA. Keselamatan dan kemanusiaan menjadi concern kami dan itu tidak bisa ditawar-tawar," sambungnya.
Sebelumnya, rekaman video yang menampilkan aktivitas pertandingan sepak bola di area beraspal milik KAI kawasan RW 08 Kelurahan Menteng tersebut sempat viral di media sosial. Turnamen independen itu rutin diselenggarakan setiap akhir pekan oleh pemuda setempat di dekat kawasan permukiman warga.