Al-Nassr Hadapi Krisis Keuangan dan Pembekuan Transfer Pemain

Share

Klub Liga Pro Arab Saudi, Al-Nassr, mengalami krisis keuangan serius akibat akumulasi utang hingga membekukan aktivitas belanja pemain pada bursa transfer musim panas ini.

Liabilitas yang menanggung Al-Nassr kini menembus angka 800 juta riyal atau sekitar 213 juta hingga 280 juta dolar AS. Pemilik klub, Public Investment Fund (PIF), melarang Al-Nassr merekrut pemain baru kecuali jika skuat mampu mendanai kesepakatan dari pendapatan komersial dan sponsor sendiri.

Kondisi finansial tersebut diperparah oleh pengeluaran gaji pemain bintang yang sangat tinggi sejak 2023, termasuk gaji Cristiano Ronaldo yang mencapai 625 juta dolar AS selama tiga setengah tahun. Di sisi lain, hadiah juara Liga Arab Saudi yang bernilai sekitar 1,3 juta dolar AS dinilai tidak cukup untuk menutupi beban operasional skuat.

Selain beban finansial, Al-Nassr juga menghadapi kekosongan administratif setelah presiden Abdullah Al-Majed menyatakan pengunduran dirinya dan menolak perpanjangan masa jabatan. Situasi ini membuat proses pembaruan kontrak pemain internal seperti Abdulrahman Ghareeb serta peresmian gelandang Real Mallorca, Samu Costa, menjadi tertunda.

Di bawah arahan pelatih baru Ange Postecoglou, Al-Nassr kini mempertimbangkan untuk memaksimalkan potensi pemain muda internal seperti Haidar Abdul-Karim demi mengisi posisi gelandang setelah ditinggalkan Marcelo Brozovic. Langkah mempromosikan talenta muda dianggap dapat menghemat anggaran besar klub di tengah pembatasan pengeluaran oleh PIF.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author