Shabrina Leanor Turun Berat Badan 20 Kg Akibat Cemoohan Netizen

Share

Penyanyi Shabrina Leanor membagikan kisah di balik keputusan melakukan diet ketat hingga berhasil memangkas berat badan sebanyak 20 kilogram. Perubahan fisik tersebut dipicu oleh tekanan mental akibat komentar negatif publik.

Kritik pedas sering mengarah pada bentuk tubuhnya yang dinilai kurang ideal. Banyak pihak menyudutkan dan menganggap karier musiknya bakal terhambat jika tidak memiliki tubuh kurus, dilansir dari Detik Hot.

"Sebenarnya kalau gendut itu gak apa-apa ya gitu karena aku pun basically suka. Cuma aku banyak banget omongan yang bilang seolah-olah gendut itu tidak memperbolehkan Shabrina untuk jadi penyanyi. Seolah-olah kalau penyanyi gendut itu tidak boleh, atau penyanyi kalau gendut itu gak laku, gak layak," kata Shabrina Leanor.

Ejekan dari netizen terasa sangat menyakitkan ketika penampilannya mulai disamakan dengan wanita yang berusia jauh lebih tua. Padahal usianya kala itu tergolong masih sangat muda.

"Masa iya aku cuma 24 tahun lho saat itu gitu kayak masih muda hitungannya gitu, tapi karena aku dibilang gendut kayak ibu-ibu anak tiga, terus itu yang bikin aku oke, I'll do my best," tuturnya.

Awalnya ia yakin sanggup bertahan menghadapi kerasnya industri hiburan. Namun, cemoohan mengenai bobot tubuhnya yang datang terus-menerus perlahan meruntuhkan pertahanan dirinya hingga merasa down.

"Tapi ternyata aku tidak tahu ketika terjun jadi entertain gitu ya menghadapi banyak cemoohan, kritik dan segala macam, itu ternyata lambat laun membuat aku yang padahal tuh bisa dibilang bebel, bisa dibilang tuh keras hati, ternyata tuh bisa bisa mewek juga, bisa sedih juga, bisa down juga gitu," bebernya.

Langkah medis berupa operasi bariatrik serta perawatan rutin akhirnya dipilih demi menjaga kesehatan mental serta kelangsungan kariernya. Keputusan ini diambil agar ia bisa terus berkarya tanpa terbeban standar kecantikan.

Meskipun penampilannya kini sudah jauh lebih ramping, ia menyadari publik tidak akan pernah sepenuhnya merasa puas. Kini fokus utamanya bergeser pada pencarian ketenangan batin dalam menjalani hidup.

"Versi terbaik itu menurut aku kalau kita tenang dan damai sih. Mau aku gendut dulu aku pikir itu adalah bentuk terbagus aku ternyata aku dicemooh. Terus aku sudah kurus pun ternyata banyak juga yang bilang 'tapi aku lebih suka Shabrina yang dulu ah', jadi serba salah kan? Gitu menurut aku versi terbaik adalah ketika kita bisa mensyukuri apa yang kita punya dan kita bisa hidup dengan damai dan tenang," pungkasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author