Donald Trump Ancam Serang Infrastruktur Energi Iran

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghantam Iran secara masif menyusul berkobarnya kembali pertempuran di Timur Tengah, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Sabtu (1/8/2026). Langkah ketegangan baru ini terjadi setelah penangguhan serangan kedua negara berakhir singkat.

Eskalasi militer ini menandai babak baru dari pertempuran gabungan antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu. Washington dan Tel Aviv dilaporkan sedang mempertimbangkan opsi serangan balasan terhadap beberapa target strategis di Teheran.

Pernyataan tegas dilontarkan oleh orang nomor satu di Amerika Serikat tersebut saat memimpin agenda resmi pemerintah di komplek kepresidenan.

"Kita hanya ingin menang. Kita melakukannya dengan sangat baik. Kita berusaha untuk bersikap sebaik mungkin dalam situasi seperti itu. Namun, mereka sedang dihancurkan," kata Trump.

Penegasan mengenai kepemilikan teknologi militer sensitif juga disampaikan dalam kesempatan yang sama.

"Sangat sederhana. Iran tidak meyakinkan memiliki senjata nuklir," ucap Trump.

Ancaman serangan lanjutan dilayangkan untuk menekan posisi lawan dalam konflik yang memanas ini.

"Kita akan menghantam Iran dengan sangat keras dan, Anda tahu, pada titik tertentu mereka akan berkata, 'Kami benar-benar tidak tahan lagi'," tegas Trump.

Di samping itu, penilaian atas posisi politik dan diplomasi lawan turut dilontarkan oleh pemimpin AS tersebut.

"Kondisi Iran sangat buruk. Mereka sangat tidak jujur. Mereka sangat tidak terhormat dalam urusan ini," sebut Trump.

Laporan media independen seperti Wall Street Journal menyebutkan perintah serangan terbaru dirancang untuk memaksa Iran menyerah, yang diproyeksikan mulai akhir pekan ini. Sementara CBS News melaporkan koordinasi AS dan Israel membidik kilang minyak serta pembangkit listrik, yang menjadi serangan perdana Israel ke Iran sejak gencatan senjata April lalu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author